[Pengingat Diri] Mengadu

Mengadu dan bicara tidak hanya memilih orang yang tepat, tapi juga tempat yang tepat.

Begitulah kalimat yang saya kutipkan dari halaman kedua majalah Tarbawi edisi 305. Hmm, segala yang kita perbuat agar hasilnya efektif memang memiliki requirements tersendiri. Istilahnya, syarat dan ketentuan berlaku. Sejauh mana pengaduan dan pembicaraan kita menuai hasil yang maksimal tentu bisa dilihat dari kepada siapa dan dimana kita melakukannya. Contoh sederhananya, kita ingin membicarakan masalah kantor dengan seseorang yang kompeten, konsultan misalnya. Dari segi kompetensi pribadinya (orangnya) kita tidak salah orang, tapi ketika konsultasi tersebut kita lakukan di bioskop, menuai hasil maksimalkah kita? (contohnya ekstrim ya? :p)

Ah, mungkin bisa ditambahkan lagi dengan waktu yang tepat. Jadi, orang yang tepat, tempat yang tepat, serta waktu yang tepat. Tidak pas kan, seseorang mengadukan masalah di sekolah (misalnya) saat suasana hati orang tuanya sedang tidak baik.

Kemudian saya iseng membuka sebuah situs kamus online untuk mengetahui arti kata “mengadu” dan saya kurang cocok membaca salah satu artinya. Pada poin ketujuh disebutkan bahwa mengadu adalah menyampaikan sesuatu yang memburuk-burukkan orang lain. Saya merasa tidak sepenuhnya setuju dengan arti kata tersebut, perlu ada yang ditambahkan karena mengadu tidak melulu terkait menjelek-jelekkan orang lain. Kalau boleh saya membuat pengertian sendiri, maka artinya akan seperti ini.

Mengadu adalah menyampaikan suatu permasalahan, baik itu terkait orang maupun kondisi.

mengadulah
(Source: click the picture; Edited by me)

Nah, mengadu (kepada orang lain) harus hati-hati, jangan sampai jatuhnya menjadi ghibah, membicarakan orang lain, apalagi kalau sampai menjadi fitnah. Amannya sih mengadunya sama Allah. Allah dulu, Allah lagi, Allah lagi. Begitu kata ustadz Yusuf Mansyur. Tapi apa tidak boleh mengadu kepada manusia? Boleh, apalagi jika itu salah satu ikhtiar (usaha) kita dalam memecahkan suatu masalah. Tapi harus tetap menghindari ghibah ya. ^_^

“Dia (Ya’qub ‘alaihissalam) menjawab: “Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (QS. Yusuf: 86)

Advertisements

Para dokter jiwa mengetahui bahwa keimanan yang kuat dan keteguhan memegang ajaran agama memberikan jaminan untuk mengatasi kerisauan dan kegelisahan serta menyembuhkan berbagai macam penyakit. – Dale Carnegie

Quote #1