Pemenang Survei ^_^

Sebelumnya saya mohon maaf atas keterlambatan pengumuman pemenang survei ini, hehe. Di jadwal sebelumnya, pengumuman pemenang seharusnya diumumkan kemarin, tapi karena rekapan surveinya tertinggal di rumah, jadi saya tunda dulu. ^_^”

Terima kasih kepada sebelas orang responden yang telah membantu saya. Semoga Allah membalas kebaikan kalian. :’) Oh iya, karena saya meminta alasan jawaban untuk beberapa pertanyaan, jadilah beberapa responden malah curcol, hoho. Curcol yang sarat akan informasi. :p

Now, it is the time..Berdasarkan mesin random.org, responden yang beruntung adalah…tet…terereret…tereretreet…..

winner

~DIAN PUSPITASARI~

Mabruk….. ^_^

Survei Berhadiah (Muslimah only)

Assalamu’alaykum…

Dear muslimah, saya mau membuat sebuah survei kecil-kecilan tentang khimar yang biasa kalian pakai. Langsung saja ya…

1. Kamu lebih sering pakai khimar segiempat atau bergo? (sertakan alasan)

2. Lebih sering pakai yang warna polos atau bermotif? (sertakan alasan)

3. Berapa ukuran khimar segiempat yang biasa kamu pakai? (110 cm, 115 cm, 120 cm, dst)

4. Dimana biasanya kamu membeli khimar atau bergo? Offline atau online? (sertakan alasan)

***

Teman-teman bisa menjawab keempat pertanyaan di atas melalui kolom komentar di bawah, via twitter (@amzahro), sms/whatsapp (untuk yang sudah punya no. hp saya), atau via gtalk (bagi yang sudah punya kontak gtalk saya). Ingat untuk menyertakan nama kalian ya setelah jawaban. ๐Ÿ™‚

Survei ini berakhir pada hari Kamis, 7 Juni 2013 pukul 21.00.ย Jawaban teman-teman nanti akan saya rekap dan diberi nomor urut sesuai urutan waktu saya membacanya. Pemenangnya akan saya pilih secara acak. Pengumuman pemenang insyaAllah akan dilakukan pada hari Senin, 10 Juni 2013. Hadiahnya adalah khimar segiempat (bahannya tidak menerawang) yang bisa kamu pilih sendiri (asal tersedia ya, hehe):

  • Ukuran 115, tersedia warna merah marun, biru muda, abu-abu, ungu muda, dan ungu tua.
  • Ukuran 120, tersedia warna putih, hijau tosca, peach, cokelat tua, cokelat muda, dusty purple, dan merah.
  • Ukuran 130, tersedia warna ungu tua, dusty purple, hijau muda, hijau tosca, biru dongker, dan cokelat muda.

Pemenang dapat memilih salah satu khimar segiempat yang tersedia di atas. Ongkos kirim ditanggung oleh saya. ^_^

Terima kasih.

Fiqh Kelahiran: Pendahuluan

Kajian tanggal 8 Mei 2013 @Mushola Al Mushlihin

oleh Ustadz Abdurrahman Assegaf

dua-anak-perempuanPada masa jahiliyah, orang-orang sangat malu memiliki anak perempuan. Pada masa itu, anak perempuan dianggap merupakan kehinaan bagi keluarga yang memilikinya. Lantas tidak sedikit yang menyembunyikan bahkan membunuh anak-anak perempuannya. Memiliki anak perempuan seolah memiliki anak yang tidak bermasa depan, mengingat betapa kejinya kaum jahiliyah memperlakukan wanita dewasanya.

โ€œDan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.โ€ (QS. An Nahl: 58-59)

Oleh karena itu, ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam datang dengan membawa ajaran Islam, diangkatlah kedudukan wanita dengan aturan Allah subhanahu wata’ala. Berikut ini adalah beberapa hadits tentang keutamaan memiliki anak-anak perempuan.

  • Penghalang dari neraka

Dari A’isyah radhiallahu’anha: “Ada seorang wanita masuk besama dua anak perempuannya seraya meminta diberi sesuatu. Akan tetapi aku tidak mendapatkan sesuatu untuk diberikan kecuali sebutir buah kurma. Aku berikan sebutir buah kurma tersebut kepadanya. Kemudian si ibu itu membaginya kepada kedua anaknya. Sementara ia sendiri tidak makan. Kemudian mereka keluar dan pergi. Ketika Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam datang dan masuk, aku beritahukan kisah ini kepadanya. Kemudian beliau berkata: Barangsiapa yang diuji dengan mendapatkan anak peremuaan kemudian ia berbuat baik kepada mereka (dengan mendidiknya) maka anak perempuan itu akan menjadi penghalang baginya dari sentuhan api neraka.(HR. Bukhari-Muslim)

  • Salah satu penyebab orang tuanya masuk surga

Dari A’isyah radhiallahu’anha: “Aku kedatangan seorang ibu miskin yang membawa kedua anak perempuannya. Aku berikan kepadanya tiga butir buah kurma. Kemudian ia memberikan masing-masing dari kedua anaknya satu butir kurma dan yang satu butir lagi ia ambil untuk dimakan sendiri. Akan tetapi, ketika ia akan memakannya, kedua anaknya itu memintanya. Akhirnya satu butir kurma itu dibelah dua dan diberikan kepada mereka berdua. Kejadian itu mengagumkanku. Maka, aku ceritakan hal itu kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam. Dengan demikian beliau bersabda: Allah subhanahu wata’ala mewajibkan atasnya surga atau membebaskannya dari neraka disebabkan kasih sayangnya terhadap anak perempuannya.”ย (HR. Muslim)

  • Pada hari kiamat, didekatkan dengan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam

Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa mengurus dan mendidik dua anak perempuan hingga mereka dewasa maka ia datang di hari kiamat bersamaku.โ€ ,ย beliau merapatkan jari-jemarinya. (HR. Muslim)

  • Menumbuhkan kecintaan dalam keluarga

Dari Uqbah bin Amir radhiallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: Janganlah kamu membenci anak perempuan, karena sesungguhnya mereka merupakan penumbuh kecintaan yang sangat berharga.(HR. Ahmad)

Selain hadits-hadits di atas, ada juga perkataan ‘ulama yang menyebutkan keutamaan memiliki anak perempuan, yaitu:

Shaleh bin Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata: Bila dikatakan kepada ayahku, telah lahir baginya anak perempuan, beliau akan mengatakan:ย “Para nabi adalah ayah dari anak-anak perempuan.”

Allahua’lam bish shawwab…

Amalan-Amalan Saat Hamil

Kajian tanggal 2 Mei 2013 @ Mushola Al Mushlihin

oleh Ust. Abdurrahman Assegaf

Beberapa amalan yang hendaknya dilakukan saat hamil, baik bagi sang istri maupun suami, yaitu:

Pertama, Memperbanyak Istighfar

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu…” (QS. Nuh: 9-12)

images

(sumber gambar)

Kedua, Perbanyak Syukur atas kenikmatan ini agar Allah subhanahu wata’ala menambah kenikmatan berupa kesehatan dan anak-anak yang shalih/ah, yaitu syukur dalam hati, lisan, dan perbuatan, salah satunya dengan memperbanyak qiyamul lail. Sebaiknya tidak banyak mengeluh ketika hamil, harus senantiasa bersyukur.

Ketiga, Melakukan Proses Tarbiyah Sejak Anak Dalam Kandungan, seperti:

  • Menjaga perilaku dan perkataan
  • Menjaga ibadah fardhu dan sunah
  • Memperbanyak tilawah Al Quran dan berzikir; Nabi Zakaria ‘alaihissalam ketika mendengar kabar kehamilan istrinya:

“Maka ia (Nabi Zakariah alaihissalam) keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu ia memberi isyarat kepada mereka, ‘Hendaklah kamu bertasbih di waktu pagi dan petang.” (QS. Maryam: 11)

Keempat, Perbanyak Doa

Contoh doa yang dapat diamalkan:

  • Doa Nabi Ibrahim ‘alaihissalam:

ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ู‡ูŽุจู’ ู„ูŽู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽุฒู’ูˆูŽุงุฌูู†ูŽุง ูˆูŽุฐูุฑู‘ููŠู‘ูŽุงุชูู†ูŽุง ู‚ูุฑู‘ูŽุฉูŽ ุฃูŽุนู’ูŠูู†ู ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ู†ูŽุง ู„ูู„ู’ู…ูุชู‘ูŽู‚ููŠู†ูŽ ุฅูู…ูŽุงู…ู‹ุง

“Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami, pasangan-pasangan kami, dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imamย  bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al Furqan: 74)

  • Doa Nabi Zakaria ‘alaihissalam:

ุฑูŽุจู‘ู ู‡ูŽุจู’ ู„ููŠ ู…ูู†ู’ ู„ูŽุฏูู†ู’ูƒูŽ ุฐูุฑู‘ููŠู‘ูŽุฉู‹ ุทูŽูŠู‘ูุจูŽุฉู‹ ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุณูŽู…ููŠุนู ุงู„ุฏู‘ูุนูŽุงุก…

“Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang (keturunan) anak yang baik, sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa”. (QS. Al Imran, 38)

Tentu doa di sini tidak terbatas pada doa-doa di atas. Doa yang dipanjatkan boleh yang ada di Al Quran, hadits, maupun dari ‘ulama.

Allahua’lam bish shawab

Khitbah #2

Kajian tanggal 2 Januari 2013 @ Mushola Al Mushlihin

oleh Ust. Abdurrahman Assegaf

Siapakah Wanita yang Boleh Dikhitbah?

  • Bukan mahram muabbad, yaitu orang yang selamanya tidak boleh dinikahi (cth: ayah/ibu kandung, saudara kandung); maupun mahram ghairu muabbad, yaitu orang yang boleh dinikahi hanya setelah bercerai dari suami/istri (cth: ipar).
  • Tidak dalam masa ‘iddah, kecuali untuk yang cerai karena wafatnya suami, tetapi tidak boleh dinikahi sebelum 4 bulan 10 hari.
  • Tidak dalam lamaran orang lain.

Melihat Wanita yang Akan Dikhitbah

Boleh melihat sendiri atau mengirim orang lain untuk melihat wanita yang akan dikhitbah.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, ia berkata, โ€Mughirah bin Syuโ€™bah berkeinginan menikahi seorang perempuan. Lalu Rasulullahย shalallahu’alaihi wasallam bersabda, โ€˜Pergilah untuk melihatnya, karena dengan melihat akan memberikan jalan untuk dapat lebih membina kerukunan antara kamu berdua.โ€™ Lalu ia melihatnya, kemudian menikahinya dan ia menceritakan kerukunannya dengan perempuan itu.โ€ (HR. Ibnu Majah)

Batasan melihat:

  • Jumhur ‘ulama: wajah (mewakili kecantikan) dan kedua telapak tangan (mewakili kelembutan)
  • Hanafiyah: wajah, kedua telapak tangan, dan kedua kakinya sampai mata kaki
  • Hanabilah: wajah, tengkuk, kedua telapak tangan, kedua kaki sampai mata kaki, kepala, dan betis
  • Imam Auza’i: anggota tubuh yang ditumbuhi daging
  • Daud Azh Zhahiri: seluruh tubuh, kecuali kemaluan

Kelima pendapat tersebut didasarkan pada hadits berikut.

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam bersabda:

ุฅูุฐูŽุง ุฎูŽุทูŽุจูŽ ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉูŽ ููŽุฅูู†ู’ ุงุณู’ุชูŽุทูŽุงุนูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู†ู’ุธูุฑูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ูŠูŽุฏู’ุนููˆู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ู†ููƒูŽุงุญูู‡ูŽุง ููŽู„ู’ูŠูŽูู’ุนูŽู„ู’

“Jika salah seorang dari kalian melamar seorang wanita, apabila ia dapat melihat darinya sesuatu yang membuat ia tertarik untuk menikahinya, maka hendaklah ia melakukannya” (HR. Abu Dawud)

khitbah1

(sumber gambar)

Pembatalan Khitbah (terkait hadiah yang diserahkan kepada calon istri)

  • Hanafiyah: semua barang yang diserahkan, wajib dikembalikan, kecuali yang sudah habis, semisal buah atau makanan.
  • Malikiyah: jika yang membatalkan pihak laki-laki, tidak perlu dikembalikan. Jika yang membatalkan pihak perempuan, semua pemberian harus dikembalikan, termasuk yang sudah habis, diganti dengan yang sejenis.
  • Syafi’iyah & Hanabilah: tidak wajib mengembalikan.

Allahua’lam bishshawwab..

Khitbah #1

Kajian tanggal 12 & 19 Desember 2012 @Mushola Al Mushlihin.

oleh Ust. Abdurrahman Assegaf

Khitbah artinya menampakkan keinginan untuk menikahi seorang wanita, baik kepada wanita tersebut atau kepada walinya. Oleh karena itu, setelah khitbah tidak lama kemudian akan terlaksana pernikahan.

Hikmah khitbah (ketika sudah diterima): supaya saling mengetahui keinginan antara laki-laki dan perempuan untuk segera memasuki jenjang pernikahan.

Kalau belum dikhitbah (belum diterima khitbahnya), tidak ada larangan bagi laki-laki lain untuk mengkhitbah wanita tersebut.

Hukum khitbah adalah sunnah.

Dianjurkan bagi wali untuk memberikan motivasi (tarhib) kepada si wanita untuk menerima jika laki-laki tersebut beragama dan berakhlak baik dan memberikan ancaman (targhib) agar tidak menikahinya jika tidak baik agama dan akhlaknya.

khitbah

Syarat wanita yang dikhitbah:

  • Pastikan baik agama dan akhlaknya
  • Pastikan orang tuanya juga baik agamanya

Seperti yang dikatakan para ‘ulama, siapa yang mencari seorang gadis dengan orang tuanya yang tidak baik, seperti mengambil bunga yang indah & wangi dari tumpukan sampah. Memang bagus bunganya, tapi orang tersebut tetap akan terkena baunya dan kotornya sampah.

  • Lebih baik bukan dari kerabat dekat

Karena salah satu hikmah dari pernikahan adalah memperbanyak hubungan persaudaraan. Kalau dari kerabat dekat, tanpa pernikahan pun sudah dekat. Tapi kalau dari dengan orang yang jauh keluarga kita jadi bertambah, yaitu dari pihak suami atau istri. Dari dua keluarga yang awalnya tidak saling mengenal menjadi satu keluarga besar. Walaupun boleh menikah dengan kerabat dekat, tapi hikmah pernikahan tersebut jadi tidak didapat.

Ada riwayat mengatakan, “Janganlah kalian menikah dengan kerabat yang dekat, sungguh anak diciptakan (dilahirkan) dalam keadaan lemah.”ย  Mengenai riwayat ini, masih terjadi perbedaan pendapat antara ulama. Menurut Ibnu Shalah rahimahullah, riwayat ini tidak diketahui asalnya. Begitupula Ibnu Atsir rahimahullah, yang telah memasukkan perkataan ini pada kitabnya yang berjudul An-Nihayah Fi Ghorib al-Hadits wal Atsar (kitab yang menerangkan tentang hadits-hadits gharib). Meski demikian, menurut beberapa ‘ulama, hal ini tetap perlu dipertimbangkan. Menurut Ibnu Katsir, orang yang menikah dengan kerabat dekat dapat melemahkan syahwatnya karena ada rasa malu dan segan.

Lalu bagaimana dengan pernikahan Ali bin Abi Thalib dengan Fatimah Azzahra?

Menurut para ‘ulama ini menunjukkan diperbolehkannya menikah dengan kerabat.

Bagaimana hubungannya dengan riwayat di atas?

Sebenarnya pernikahan Ali-Fatimah tidak termasuk kepada yang disebut hubungan kerabat dekat. Kerabat dekat itu maksudnya adalah sepupu.

  • Kafa’ah, seimbang dalam banyak hal.

Kafa’ah ini ditentukan oleh pihak wanita yang bisa saja diabaikan kalau pihaknya ridha dan lelaki tersebut baik agamanya. Kafa’ah perlu dipertimbangkan walaupun sifatnya tidak mutlak. Pertimbangan ini dimaksudkan agar nanti ke depannya tidak terdapat masalah menyangkut perbedaan akan sesuatu yang tidak seimbang ini.

Tapi kalau ada laki-laki yang ‘alim, agamanya sangat baik tapi dia miskin, maka itu sudah mencukupi. Hal ini dikarenakan kebaikan agamanya akan menutup kemiskinannya.

  • Selamat dari sesuatu yang dapat mengganggu hidup keluarganya.

Sesuatu di sini biasanya dari segi kesehatan. Diperbolehkan mencari tahu atau memberi tahu sesuatu yang dimaksud pada diri wanita yang akan dilamar maupun lelaki yang akan melamar tanpa menghinakan keduanya.

  • Tidak sedang dalam khitbah orang lain

Dari Ibnu ‘Umar, Rasulullah bersabda, “Tidak boleh menjual salah seorang di antara kalian dalam penjualan orang lain dan tidak boleh melamar salah seorang di antara kalian dalam lamaran saudaranya, kecuali telah diberikan izin kepadanya.” (HR. Muslim)

Mengenai hal ini, ada penjelasan lebih rincinya di blog Kak PKJ.ย  Sila disimak.

Khitbah dapat dilakukan dengan dua cara, yakni:

Pertama, secara langsung, laki-laki yang berniat mengkhitbah datang untuk mengkhitbah seorang wanita.

Kedua, melalui perantara, contohnya:

  • Pernikahan Rasulullah shallallahu ‘alaaihi wasallam dengan Khadijah radhiallahu’anha diperantarai oleh Nafisah bin Munayyah.
  • Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjadi perantara dalam pernikahan Julaibib radhiallahu’anhu.
  • Utsman bin Affan radhiallahu’anhu menjadi perantara dalam pernikahan Abdullah radhiallahu’anhu.

Allahua’lam.

***

Slide powerpoint >>ย Khitbah-1 <<

Menjaga Pandangan #4

Kajian tanggal 14 Nopember 2012 @Mushola al Mushlihin. Dalam kajian hari ini dibahas dua tema, yang pertama, melanjutkan tema Menjaga Pandangan; dan yang kedua, masuk ke tema Zina. Agar lebih rapih, kedua tema tersebut insyaAllah akan saya resume-kan dalam dua postingan berbeda.

***

Sebab Mengumbar Pandangan

  • Mengikuti hawa nafsu setan

Boleh jadi ia sudah mengetahui bahaya dan ancaman dari Allah, tetapi ia tidak kuasa untuk tidak mengikuti hawa nafsu setan.

  • Tidak memahami bahayanya mengumbar pandangan

Mungkin orang tersebut tau apa bahayanya, tapi mata hatinya tertutup untuk benar-benar memahami hal tersebut.

  • Mengandalkan ampunan Allah & melupakan siksanya

Memang betul dengan berwudhu dan berzikir bisa hilang dosa-dosa kecil. Akan tetapi, siapa yang bisa menjamin setelah bermaksiat usia kita masih sampai untuk bisa berwudhu atau berdzikir?!

  • Banyak membaca dan menyaksikan tontonan yang diharamkan oleh Allah

Dengan seringnya melakukan maksiat serupa, maka akan menjadi terbiasa dan rasa bersalah berangsur hilang. Sama seperti hati yang jika kita melakukan maksiat, maka akan timbul noda padanya. Semakin sering bermaksiat, hati menjadi semakin kotor, gelap, hingga kehilangan kemampuannya untuk melihat.

  • Tidak segera menikah

Menikah adalah salah satu cara untuk menjaga pandangan. Walaupun bukan berarti yang sudah menikah sudah tidak mungkin lagi tergoda untuk mengumbar pandangan. Hanya saja kemungkinan melakukan maksiat ini akan dapat diminimalisasi.

  • Banyak bergaul dengan lawan jenis

Dengan banyak bergaul dengan lawan jenis, menjaga pandangan akan lebih sulit dilakukan karena sehari-hari berinteraksi dengan mereka.

  • Adanya kenikmatan (sesaat)

Maksiat acapkali menimbulkan sensasi nikmat saat melaksanakannya. Namun, kenikmatan tersebut hanya berlangsung sebentar, yaitu saat bermaksiat. Nah, perlu diwaspadai, setelah melakukannya akan ada azab Allah yang mengintai, yang bisaย  diberikan di dunia ataupun di akhirat kelak.

  • Banyaknya wanita yang membuka aurat di tempat umum

Nah…nah…ternyata kita (kaum wanita) juga berperan dalam penjerumusan laki-laki untuk mengumbar pandangannya. Apalagi di zaman sekarang, hampir di semua tempat umum (di luar tempat yang diperbolehkan bagi wanita untuk membuka aurat) ada wanita yang seperti itu.

Sebab Terjaganya Pandangan

  • Memiliki ketakwaan kepada Allah

Kalau orang itu memiliki ketakwaan kepada Allah, insyaAllah dia akan bisa menjaga pandangannya.

  • Berusaha menghilangkan sebab-sebab mengumbar pandangan

Salah satunya, untuk para muslimah, bisa dengan cara menutup aurat. Jadi, muslimah, yuk kita tutup aurat. :’)

  • Mensyukuri nikmat Allah, terutama yang berupa indera penglihatan

(sumber)

Bukankah Allah telah berjanji bahwa jika kita bersyukur, maka akan ditambah nikmatnya, tapi kalau kita kufur, sesungguhnya azab Allah sangatlah pedih.

Manusia ini sesungguhnya bisa menikmati dunia karena adanya kemampuan untuk melihat.

Bahkan dalam sebuah hadits, dari Jabir, Rasulullah bersabda: “Tadi Jibril baru saja keluar dari tempatku. Ia berkata, “… Sesungguhnya Allah memiliki seorang hamba yang telah menyembah kepada Allah selama 500 tahun. … ia akan dibangkitkan pada hari kiamat, kemudian didudukkan dihadapan Allah swt, dan Allah swt berfirman, ‘Masukkanlah hamba-Ku ini ke surga atas berkat rahmat-Ku.’ Si Abid berkata,’Tapi ya Rabbi, masukkanlah hamba ke surga atas berkat amal perbuatanku.’ Allah berfirman, ‘Masukkanlah hamba-Ku ke surga atas berkat rahmat-Ku.’ Si Abid berkeras, ‘Ya Rabbi, masukkanlah hamba ke surga atas berkat amal perbuatanku.’ Allah swt lalu menjelaskan, ‘Timbanglah pada hamba-Ku ini antara nikmat yang telah Ku berikan dengan amal perbuatannya.’ Maka didapati bahwa nikmat penglihatan telah meliputi ibadah selama 500 tahun itu, belum lagi nikmat-nikmat badan yang lainnya …” (HR. Al Hakim, shahih)

  • Berpuasa

Berpuasa sebenarnya sudah termasuk dalam kategori takwa yang telah disebutkan di atas. Akan tetapi, puasa di sini adalah sebagai amalan khususnya.

Dari Abdullah ra, Rasulullah bersabda: “Siapa yang telah mampu ba’ah, hendaklah menikah, sungguh menikah itu lebih dapat menjaga pandangan dan kemaluan, siapa yang tidak mampu maka hendaknya berpuasa sungguh pada puasa itu dapat memutus syahwat.” (HR. Bukhari)

  • Mengingat keburukan lawan jenisnya

Berkata Ibnu Mas’ud: apabila seorang wanita/laki-laki melihat lawan jenisnya lalu ia kagum, maka ingatlah keburukannya/ekspresi/sisi terburuknya agar tidak menimbulkan syahwat.

  • Menikah

Dari Jabir bin Abdullah, Rasulullah bersabda: “Sungguh wanita itu menghadap dalam gambaran setan (maksudnya menyebabkan syahwat) dan membelakangiย  dalam gambaran setan. Jika salah seorang di antara kalian melihat wanita, maka hendaklah dia mendatangi istrinya, sungguh yang demikian itu menolak apa yang ada pada dirinya.” (HR. Muslim)

  • Berdoa agar dijauhkan dari fitnah pandangan

Syakal bin Humaid meminta doa kepada Rasulullah, lalu beliau bersabda:

ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ููŠ ุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ู’ ุดูŽุฑู‘ู ุณูŽู…ู’ุนููŠุŒ ูˆูŽู…ูู†ู’ ุดูŽุฑู‘ู ุจูŽุตูŽุฑููŠุŒ ูˆูŽู…ูู†ู’ ุดูŽุฑู‘ู ู„ูุณูŽุงู†ููŠุŒ ูˆูŽู…ูู†ู’ ุดูŽุฑู‘ู ู‚ูŽู„ู’ุจููŠุŒ ูˆูŽู…ูู†ู’ ุดูŽุฑู‘ู ู…ูŽู†ููŠู‘ููŠ

“Ya Allah, sungguh aku memohon perlindungan dari-Mu dari kejahatan pendengaranku, dari kejahatan pandanganku, dari kejahatan lisanku, dari kejahatan hatiku, dan dari kejahatan maniku.” (HR. Abu Daud, hadits ini hasan)

Doa di atas adalah doa untuk mencegah. Nah, kalau doa untuk menanggulangi (-_- bahasane), bisa menggunakan doa ini:

Innalhamdalillahi nahmaduhu wanastaโ€™iinuhu wanastaghfiruhu Wanaโ€™udzubiillah minsyurruri โ€˜anfusinaa waminsayyiโ€™ati โ€˜amaalinnaa…

(Segala puji bagi Allah yang hanya kepadaNya kami memuji, memohon pertolongan, dan mohon ampunan. Kami berlindung kepada-Nya dari kekejian diri dan kejahatan amalan kami…)

  • Bergaul dengan orang shalih

Akhlak seseorang itu dapat dilihat dari akhlak teman-temannya.ย  Jadi, kalau kita bergaul dengan orang-orang shalih, insyaAllah kita akan ketularan shalihnya. Orang yang baik pasti berteman dengan orang baik. Karena kecenderungan manusia adalah berkelompok dengan orang-orang yang memiliki kecenderungan yang sama.

  • Khawatir su’ul khatimah dan penyesalan di alam kubur

Seperti yang telah disampaikan di atas. Bisa jadi, ketika sedang bermaksiat, justru Allah memerintahkan malaikat untuk mencabut nyawa orang tersebut. Na’udzubillah…tsumma na’udzubillah…

***

Allahua’lam

Download versi powerpoint >>ย Sebab Mengumbar Pandangan << ๐Ÿ˜€

*) sumber gambar kungfu panda>> click