Resensi (?): Yotsuba

Usia menjelang 22, masih suka komik dengan genre detektif dan komedi, bukan cinta-cintaan ya. :p Nah, beberapa waktu lalu saya sempat membaca komik terbitan Elex Media Komputindo yang judulnya “Yotsuba”, tapi cuma seri ke-6, ke-7, dan ke-8. Komik ini hasil pinjaman dari mbak Lilis (tetangga ruangan). Kayaknya komik ini masuk genre komedi deh.

Yotsuba ini seorang anak perempuan yang berusia 5 tahun, polos, selalu bersemangat, ceria, ekspresif, tipikal anak yang sangat-ingin-tahu-banyak-hal, merasa-tahu-banyak-hal, dan menggemaskan. Intinya, dia anak yang kreatif (versi polosnya anak-anak). Akibat kekreatifannya itu, orang-orang di sekitarnya sering kali dibuat repot, tapi mereka selalu saja menikmatinya. Tipikal orang-orang yang suka dengan anak-anak.

Yotsuba tinggal bersama ayahnya yang seorang pekerja-rumahan. Hm, di komiknya istilahnya apa ya? Lupa saya. Pokoknya, saat itu di Jepang sedang digalakkan sistem bekerja seperti ini. Pekerja tidak perlu masuk kantor, sehingga dapat menghemat biaya operasional kantor.

Ayah Yotsuba seorang yang cukup penyabar. Saya gunakan kata “cukup” karena pada beberapa kejadian, ia sempat marah kepada Yotsuba.

Umm, tokohnya gak usah disebut satu per satu yak.. :p

Oh iya, minusnya mungkin dari segi penerjemahan. Saya kurang nyaman membaca terjemahan yang kata-katanya tidak baku, misalnya menggunakan kata “banget” dan “nggak”. Satu lagi, ekspresi terpukaunya Yotsuba, saya kurang suka. Hehe. Lebih terlihat seperti “kaget” daripada “terpukau”. Selain itu, komik karya Kiyohiko Azuma ini entertaining kok! 😀