Most Wanted Driver

Long time no see, readers… (kek ada yg baca aja nis)

Pernah gak sih kalian naik angkutan yang supirnya ituuu terus? Or at least kalian seringnya ketemu sama supir yang itu. Yep, sejak selalu pulang on time, saya sering ketemu sama supir angkot 01 yang “itu”, sebut saja Abang X. Abang X ini punya pelanggan setia yang yaa sebenernya gak sengaja juga sih naik angkotnya Abang X. Tapi kalo on timers keluar gerbang pas jodohnya ketemu angkot si Abang X terus, kita bisa apaah? Saking seringnya nganterin orang-orang yang sama, si abang sampe hafal Ibu A turun di mana, Bapak B turun di mana, dst.

Bukan angkot Abang X
Bukan angkot Abang X

Jadi, kenapa Abang X bisa dikasih gelar Most Wanted Driver? Satu, karena Abang X nyupirnya uhuy, pinter banget nyari celah di kemacetan Jakarta yang ampun-ampunan ini. Dua, si abang anti ngetem! Ini penting banget, guys. Lha, kok tumben supir angkot gak ngetem? Yaa karena si abang ini senantiasa berjodoh dengan orang-orang yang naik angkot jarak jauh, jadi dari gerbang kantor sampe Kampung Melayu selalu penuh angkotnya. Karena dua alasan di atas, jadilah kita-kita para on timers bisa sampe rumah lebih cepat. Senen-Kampung Melayu, dalam kemacetan yang kayak gitu, kurang lebih ditempuh dalam waktu 30 menit boook. Asa gak macet.

Sayangnya ada masa-masa si abang “menghilang” dari peredaran. Kalo udah gini siap-siap sampe rumah agak telat, soalnya kalo bukan sama Abang X, sampe Kampung Melayu bisa makan waktu 45-60 menit. Dan penumpang langganan pun merindukan kehadiran Abang X. ๐Ÿ˜€

Advertisements

[Sekadar Cerita] Septembernya Hilang

smile-quotes-010_large

Barusan saya iseng mengeklik kalender yang ada di pojok kanan atas (bukan dalam rangka Pemilu) blog saya, dan tahukah kamu apa yang saya temukan? Di tanggalan tersebut sebelum Oktober langsung Agustus. Kemanakah bulan Septembernya? Usut punya usut, pikir punya pikir..ternyata si September menghilang karena saya sama sekali tidak “menghiasi” blog ini dengan ketikan aduhai (woh!) saya di bulan itu.

Saya agak merasa bersalah karena terkesan pilih kasih dalam mengurus kedua blog saya. Kesannya anak pertama saya abaikan dan lebih memperhatikan si anak kedua. *maaf ya, Nak* Bulan ini harapannya bisa eksis dua-duanya, blog pribadi dan blog buku.

Oh iya, saya mulai langganan Tarbawi lagi lho. Yang lalu-lalu sempat berhenti karena sesuatu yang membuat saya kurang nyaman dan sudah disampaikan ke pihak Tarbawinya langsung.

Kabar lainnya, akhir pekan lalu suami cek darah lagi, alhamdulillah hasilnya sudah lebih baik. Bilirubin total & direknya sudah banyak turun, tapi masih di atas normal. Anti HAV-nya juga masih di atas normal. Jaundice-nya sudah tak terlihat, nafsu makannya pun jauuuuh lebih baik. Semoga pas cek lab berikutnya sudah normal lagi ya semuamuamuanya. ๐Ÿ˜€

Berikutnya, di kantor sudah ramai adik-adik kelas. Karena masih baru, mereka masih rajin bergerombol. Saya sebisa mungkin menunggu lift yang tidak ada gerombolannya, gerombolan siapa pun, entah itu pegawai baru atau pegawai lama. Nunggu lift yang agak sepian. I love the quiet one. Karena gedung yang saya tempati tidak terlalu crowded, jadi di lift kedua atau ketiga (atau keempat) biasanya agak sepi. Rela nunggu daripada ikut lift yang ramai. ๐Ÿ˜›

Terus, ini tanggal 1 Oktober, ya, hari pertama Jakarta Book Fair. Tahun ini JBF tidak diadakan di Istora Senayan, tapi di FX Sudirman. Entah format penyusunan buku-bukunya akan seperti apa, mengingat FX itu kan mall, beda sama Istora. JBF tahun ini diselenggarakan tanggal 1-6 Oktober. Silakan yang mau berkunjung.

*ketikannya fast pace ya.. ^_^

[Isi Kepala] Kanker

Belakangan saya sedang kepikiran tentang sebuah penyakit. Kalian pasti sudah sering mendengar namanya. Saya juga. Namanya penyakit “kanker”. Bukan, ini bukan sebuah singkatan dari Kantong Kering a.k.a bokek. Yah, walaupun efeknya bisa menyebabkan kantong keringย betulan karena pengobatannya yang tidak murah.

Wikipedia sendiri punya definisi atas penyakit ini,

Kanker atau neoplasma ganas adalah penyakit yang ditandai dengan kelainan siklus sel khas yang menimbulkan kemampuan sel untuk: 1) tumbuh tak terkendali, 2) menyerang jaringan biologis di dekatnya, 3) bermigrasi ke jaringan tubuh yang lain melalui sirkulasi darah atau sistem limfatik, disebut metastasis.

Saya telah membaca dua novel yang sedikit bercerita tentang penyakit kanker, kedua tokoh penting yang mengidapnya akhirnya meninggal. Yang satu terkena leukemia mielositik akut. Satu lagi, saya tidak ingat terkena kanker apa. ._.

health(sumber gambar)

Diceritakan di kedua novel kalau depresi adalah efek samping kebanyakan mereka yang menderita kanker ganas. Manusiawi sih. Bagaimana tidak, penderita kanker merasakan sakit akibat kanker itu sendiri dan akibat proses penyembuhannya yang biasanya melalui kemoterapi. Belum lagi vonis kematian dari sang dokter, “Kamu bisa bertahan kira-kira dua sampai lima tahun lagi.” (Kebanyakan, orang yang divonis kek gini langsung jiper nih. Mood-swing? Mungkin banget juga.)

Soal kemo. Kemo sendiri memakan biaya yang tidak sedikit. Entah berapa kali mereka perlu dikemo untuk melemahkan (dan akhirnya menghentikan) perkembangan sel-sel kanker yang ada pada tubuh mereka. Entah berapa lembar uang yang perlu digelontorkan untuk sebuah kesembuhan. Hingga banyak yang tidak kuat menanggung biaya dan berhenti di tengah jalan. ๐Ÿ˜ฆ

Membaca kedua novel ini membuat saya jadi lebih aware dengan apa yang saya (dan keluarga) makan. Jadi, bagi yang masih diberi kesehatan, yuk kita jaga. Makan makanan yang menyehatkan. Berikut ini nutrisi yang dapat mencegah kanker.

  • Serat
  • Vitamin (B, C, dan E)
  • Karotenoid (dalam ubi jalar dan talas)
  • Folat (kacang-kacangan)

Bawang putih juga berkhasiat membunuh bakteri yang dapat meningkatkan risiko kanker lho. Selain itu, senyawa yang mengandung sulfur pada bawang putih juga dapat menurunkan pembentukan senyawa karsinogen yang dihasilkan dari pengasapan daging (sate dan ayam bakar, misalnya). Dan, jangan lupa olahraga. #ntms

Allahumma โ€˜afini fi badani. Allaahuma โ€˜afini fi samโ€™i. Allahumma โ€˜afini fi bashari.

[Sekadar Cerita] Lebaran 1434 H versi beta

Lebaran tahun ini banyak hal yang berbeda. Ini kali pertama saya berlebaran di Kulon Progo, naik kereta dari Bandung pula. *Kok dari Bandung, Nis?* Hihihi. Ini karena kami kehabisan tiket mudik kereta dari arah Jakarta menuju Jogjakarta. Alhamdulillah beliau sigap mencari tiket kereta dari kota lain. Dan dua tiket itulah rizki kami. ๐Ÿ˜‰ Jadi, skenarionya, kami harus ke Bandung dulu tanggal 2 Agustus naik travel, menginap di hotel dekat stasiun, baru keesokan paginya berangkat dari Stasiun Bandung menuju Stasiun Wates.

Edisi bosan istirahat - keluar main bola
Edisi bosan istirahat – keluar ikut main bola (kiri ke kanan: suami, sepupu – Fajrin, adik ipar – Alya)

Sampai di rumah Bapak bertepatan dengan waktu buka puasa, setengah jam naik motor dari Stasiun Wates. Bapak menyambut kami dengan senyum ramahnya, seperti biasa. Ditemani Alya yang malu-malu. (Si bungsu dan anak perempuan Bapak satu-satunya ini memang tiap ketemu saya, awalnya malu-malu. Tapi setelah beberapa saat malu-malunya hilang. Dimulai dengan meminjam HP saya untuk bermain. :D)

Kedua, dari keluarga yang tidak terlalu besar, sekarang saya memiliki keluarga buesssaaarrr. Hehehe. Bapak mertua enam bersaudara, sedangkan Ibu mertua delapan bersaudara. Belum lagi jumlah sepupu dan keponakan. Ah, ditambah dua orang adik ipar. Jadi, salah satu yang saya rasakan dari lebaran ini adalah, RAMAI. Alhamdulillah… ๐Ÿ˜€

Keramaian suasana Ramadhan dan lebaran saya di Kulon Progo, bukan hanya berasal dari jumlah tambahan keluarga saya. Aktivitas warga di sana juga ramai lho. Di sana ada kegiatan dasawisma, yaitu pengajian yang anggotanya ibu-ibu dari sepuluh rumah. Jadi, dalam satu desa, ada beberapa kelompok dasawisma, yang memiliki jadwal pengajian berbeda-beda. Kemudian, untuk remaja, ada tadarus Quran tiap malam Ahad. Ada lagi yang berbeda, setiap selesai shalat Isya, ada penyampaian kultum oleh remaja masjidnya. Dan yang tidak kalah unik, tahun ini, remaja masjidnya mengadakan agenda “Cuci Motor Murah” bagi warga desa. Wah..Di lingkungan tempat tinggal saya belum ada yang seperti ini.

Karena satu dan lain hal, tahun ini saya absen menghabiskan libur lebaran di Purwodadi dan Wonogiri.ย Liburan sepenuhnya dihabiskan di Kulon Progo. Ada sedikit perbedaan pada menu lebaran antara Kulon Progo dan Purwodadi. Di Purwodadi tidak pernah ada sajian ketupat pada hari H lebaran. Ketupat baru disajikan pada lebaran kecil, yaitu sepekan setelah hari H lebaran. Kalau di Kulon Progo, ketupat bisa dinikmati sejak hari pertama lebaran, bahkan sore hari sebelumnya (kan masaknya dari siang). Ketupat yang kami makan saat itu karya perdana Bapak lho. ๐Ÿ˜‰

Hari H lebaran, selain sibuk silaturrahim dengan sanak keluarga. Beberapa orang, termasuk saya, siaga di rumah simbah untuk membantu menyajikan minum ke tamu-tamu yang datang. Kalau lebaran, tamu di rumah simbah memang selalu membludak, bahkan sampai keesokan harinya. Bagusnya, tamu-tamu itu banyak datang hanya sejak sekitar pukul 9 pagi sampai menjelang zuhur saja. Simbah seolah punya jam kunjungan sendiri, hehe.

Nah, hari terakhir saya berada di Kulon Progo, ada acara silaturrahim trah mbah buyut. Artinya ada agenda masak-memasak lagi untuk ini. Bedanya, dalam agenda kali ini, sepupu-sepupu dari keluarga Bapak turun tangan semua, baik yang perempuan, maupun laki-laki. Silaturrahim seperti ini juga baru saya temui di sini. Di keluarga Ayah atau Mama tidak pernah ada acara semacam itu. Kalau ingin silaturrahim, ya berkunjung langsung ke rumah yang bersangkutan.

Yang saya suka dan selalu saya rindukan dari suasana di sana adalah nuansa kekeluargaan dan gotong royongnya masih sangat kental.

S A T U Tahun

You registered on WordPress.com 1 years ago!

Thanks for flying with us. Keep up the good blogging!

Pagi tadi saya mendapatkan notif seperti itu dari wordpress. Wah, sudah setahun ya. Alhamdulillah~

Blog ini masih jauh dari kata baik, jauh, mungkin jauh banget ya. Maka dari itu, bagi teman-teman yang ingin memberikan saran maupun kritik, sangat dipersilakan. Dengan adanya masukan dari teman-teman semoga bisa membuat blog ini, terutama saya selaku peng-entry, bertumbuh menjadi semakin baik, lagi, dan lagi.

Blog saya sebenarnya cuma terdiri dari 4 kategori utama, pertama tentang jurnal (curhatan dan opini tentang sesuatu), kajian (resume kajian), resensi (‘cerita’ tentang buku), dan foto (gambar-gambar yang tertangkap kamera saya). Ada sih pos lainnya yang tidak termasuk di empat kategori itu. Tapi sepertinya tidak banyak.

Thanks to:

Allah subhanahu wata’ala…

Untuk pos tentang kajian, terima kasih saya sampaikan kepada pengelola web Bintal DJA yang dengan bantuannya saya bisa mendapatkan powerpoint materi kajian dan rekamannya. Juga kepada bapakbapak yang sering saya tagih powerpoint kajiannya, dan sesekali cerewet mengingatkan kalau resume saya lama tidak terbit.

Untuk pos resensi, uhuk..ehm..itu..saya punya keinginan membuat blog buku sendiri. Inspired by: Mbak Ziy sama Edis. *thanks to* *kedipkedip* Karena resensinya masih sedikit, dan entah apakah yang saya buat ini termasuk kategori resensi atau bukan, saya masih suka posting di sini. Actually, blog bukunya sudah ada, cuma belum dipublikasikan. ๐Ÿ˜€

Untuk pos foto, inspired by: Mbak Lilis. Jepretan & editan beliau bagus~ :’) Belum bisa ngikutin jejaknya nih. Hhe.

Dan orang-orang yang menginspirasi lainnya….

Jazakumullah khayran katsiran~

It’s November

November…

Bulan hujan…

Dan alhamdulillah November tahun ini dipenuhi dengan banyak berita gembira. Sebut saja, beberapa undangan pernikahan.

Pertama, dari Teh Icha dan calon suami. Teh Icha ini kakak tingkat semasa di kampus, lulus tahun 2008, dan saya masuk tahun 2008. Hmmm, tapi masih bisa dibilang saya itu adek kosannya. (Iya kan teh? *maksa*) Soalnya kita sempat ketemu, pas saya DINAMIKA (Ospeknya kampus), si teteh jadi panitianya. Masih inget duetnya Teh Icha sama Mbak Ulul, hhe. InsyaAllah Teh Icha akan mengadakan walimatul ‘ursy tanggal 9 Desember 2012.

Kedua, dari Mbak Nova dan Mas Aji. Kakak kelas di kampus dua-duanya. Pertama kali kenal Mbak Nova, beliau pernah jadi mentor kelas saya pas tingkat 1. Kalo Mas Aji, saya gak kenal sih, tapi tau beliau lah. Mereka berdua satu angkatan, satu instansi juga. Yang saya tau lagi, keduanya beda karakter, walaupun pernah satu slayer di DINAMIKA, slayer merah (cmiiw ya). Mbak Nova yang lembut, dan Mas Aji yang tegas. Jadi inget kata ummi, biasanya kalo gak sama persis, ya bertolak belakang. Hmmm, skenario Allah..InsyaAllah walimatul ‘ursy-nya tanggal 15 Desember 2012 nanti. ๐Ÿ™‚

Ketiga, dari Mbak Shofa dan Ardy. Mbak Shofa kakak tingkat saya, sedangkan Ardy kawan seangkatan. Keduanya pernah satu kepanitiaan dengan saya di DINAMIKA 2009. Saya dan Ardy satu bidang, kami sama-sama sekretaris (SEKAWAN), dan Mbak Shofa Kabid Konsumsi. Walaupun beliau Kabid Konsumsi, tapi Sekawan sering meminta bantuan Mbak Shofa untuk hal-hal yang membutuhkan keterampilan tangan, hhe. Jadilah Mbak Shofa sering dipanggil sebagai Mangangers Sekawan atau Sekawan 5. Berikutnya, Ardy menjabat sebagai Karo Perlengkapan di BEM 2010/2011, satu kabinet dengan saya dan “mutsaqqif” (Eh, iya, baru inget, dek tsaqqif asli milad hari ini, barakallah fii umrik..). Dan Ardy menjadi orang-pertama-seangkatan di kabinet (di BEM juga bukan sih?) yang menggenapkan separuh diin. Alhamdulillah, angkatan kami pecah telor! ๐Ÿ˜€ InsyaAllah walimatul ‘ursy akan dilaksanakan pada tanggal 15 Desember 2012.

Keempat, ini masih rahasia ya.. #halah

TAPI….

Di bulan ini juga, bulan Muharram, bulan yang diharamkan terjadi peperangan, Israel menyerang Gaza. Berdasarkan berita ini, total sudah ada 116 jiwa melayang di pihak Palestina, dalam sepekan terakhir. Dilansir CNN, lebih dari 920 warga Palestina di Gaza juga terluka, akibat rentetan serangan militer Israel. T_T

lantunlah do’a untuk Palestina……….

kita yang memiliki anak, akan mudah memahami derita Palestina.. batu di genggaman tangan2 mungil melawan alutsista modern Israel..

lantunlah do’a untuk Palestina………..

lantunlah do’a agar negeri ini tak seperti Singa berkepala Tikus.. rakyatnya penuh keberanian & kepedulian, elit-nya nyaman dalam keraguan..

lantunlah do’a untuk Palestina………

Pemimpin macam Erdogan & Morsi, pernah datang saat Aceh Tsunami. Juga peduli saat Arakan alami tragedi. Dekat di hati!

lantunlah do’a untuk Palestina…..

apa kabar Pemimpin penyanyi? Layakkah kami berharap pada kiprah Pemimpin negeri lain yang bernyali? Seperti Erdogan dan Morsi..

lantunlah do’a untuk Palestina…….

kita rindu sikap Soekarno, yang menyikapi kolonialis seperti ‘najis’. Memboikot Olimpiade karena Israel partisipasi…

lantunlah do’a untuk Palestina……

sebutkanlah dalam do’a agar Pemimpin2 negara2 yang pemberani dapat berkontribusi maksimal untuk Palestina..

lantunlah do’a untuk Palestina…

negara2 Asia-Afrika yang berkumpul di Bandung 1955, kini sudah merdeka seluruhnya… kecuali Palestina tersisa…

lantunlah do’a untuk Palestina….

di tahun baru hijriyah, Israel “menghadiahi” teror & pembunuhan terhadap Palestina.. di depan kita semua..

lantunlah do’a untuk Palestina..

hukum memang tak pernah bisa berwibawa di hadapan manusia2 yg tak punya i’tikad baik. Seperti Israel

@AryaSandhiYudha

Dufan = Do Fun (?)

This slideshow requires JavaScript.

Dunia Fantasi (Dufan) adalah salah satu taman bermain yang terletak di Jakarta. Sebagai anak Jakarta, tentunya saya sudah beberapa kali ke sana. Hmm, berapa kali ya..yang jelas berkali-kali, tapi gak sering sih.

Nah, beberapa waktu lalu saya diajak oleh seorang kakak ke sana. Beliau punya voucher yang dibeli di salah satu web-diskon. Jadi, tiket masuk Dufan bisa didapat seharga Rp 149.000. Lumayan, ada potongan Rp 101.000.

Sebenarnya saya tidak terlalu ingin pergi ke sana karena pengalaman-pengalaman sebelumnya membuktikan bahwa saya orang yang gampang mual. Tapi, kangen juga 6 tahun tak berkunjung, sekaligus mau tau keadaan Dufan sekarang seperti apa.

Terakhir kali ke sana, jaman SMA kelas X, naik halilintar, sampai di bawah langsung mual-mual. Setelah mualnya reda, nekat naik pontang-panting, eh, turunnya mual-mual lagi. -_-

Jadilah waktu kemarin-kemarin ke sana, saya hampir selalu bertugas sebagai penjaga tas. (Y) Kakak-kakak yang lain naik tornado, kicir-kicir, dan halilintar. Tapi saya cukup sadar diri untuk tidak ikut dan menjadi penjaga tas yang baik. :p

Sayang gak sayang sih, udah ngeluarin uang segitu banyak, tapi cuma bisa menikmati sedikit wahana. Tapiiiii……kalo gak saat itu, kapan lagi saya bisa ketemu si kakak? Udah lama gak ketemu lho. Beliau itu mbak-mbak yang sibuk. Dan sebuah ajakan bertemu ketika hati sedang rindu itu sangat berarti. #halah #melowย  Jadi pas ditawarin ke sana dan ternyata belum ada agenda hari itu, langsung jawab “HAYO”. ๐Ÿ˜€

Oh iya, karena adek gak ikut, padahal dia belum pernah ke Dufan, akhirnya saya belikan kaos souvenir. Hhe..Kapan-kapan, kita ke sana ya dek, tapi mbak jaga tas aja, adek yang main.. :p

So, Dufan = Do Fun? Buat saya sih, ini kondisional. Yang lebih saya nikmati waktu itu justru kebersamaan dengan si kakak.

*) fotonya sebenernya buanyak tuh, tapi yang berhasil terkirim via gtalk cuma 19 foto, dan yang gak ada gambar sayanya cuma yang ada di slide di atas. Yaa, begitulah. Harap maklum. #eh