Drama Pompa ASI

Pompa ASI boleh dibilang jadi teman bermain ibu yang bekerja di luar rumah. Termasuk saya. Sejak pertama kali mencoba pompa ASI, sudah beberapa merk saya jajal. *cieh*. Pompa ASI pertama adalah Unimom Mezzo, tapi waktu itu rasanya kok gak nyaman buat saya. Habis itu Unimomnya dilengserkan.

unimom mezzo

Kedua kalinya nyobain pompa, yaitu pompa di ruang Perina RSIA tempat Khalid lahir. Waktu itu kadar bilirubin Khalid tinggi, jadi harus disinar. Tiap dua jam sekali saya harus ke ruangan itu untuk memerah. Pompa di RSIA merknya Medela, gak ngerti ya tipe apa. Pompanya tersambung sama kotak gede banget, segede kotak perkakas mobil (yang pernah saya lihat), terus di dalamnya ada piston agak gede yang fungsinya sebagai penghisap. Saya pun jatuh hati dengan pompa di RSIA yang telah menemani saya begadang demi Khalid.. :*

Saya juga pernah nyobain Tommee Tippee yang elektrik, tapi gak ada rasanya. Cuma kerasa getar-getar nggak jelas tanpa ada ASI yang terhisap. Ngek. Untungnya cuma nebeng nyobain pompa yang disewa sepupu. Gretong lah.

tomtip

Merk lainnya yang pernah saya jajal, yaitu Spectra Handy Plus (manual). Efeknya sama aja kayak pas make Unimom yang manual. Enggak nyaman blas. -_- Yang ini saya sewa sih, jadi bis meminimalisir kekecewaan.😀

spectra

Little Giant manual juga tidak lepas dari percobaan saya. Niatnya emang beli pompa yang murah, soalnya dari riwayat pompa ASI yang lalu-lalu, saya tipe yang agak susah nyari pompa yang klop. Kan sayang kalau beli pompa mahal (meskipun cuma sedikit lebih mahal), tapi ujung-ujungnya harus di-PHK. Ternyata saya juga gak nyaman pake LG booooook. Tuasnya itu keraaaasssss banget. Mana susah dipretelin. PHK juga akhirnya. -_-

LG

Melihat perjuangan saya mencari jodoh pompa ASI, suami pun berinisiatif (tanpa sepengetahuan saya) membelikan pompa elektrik Medela Swing. Jeng…jeng…jeng…ternyata pompa inilah yang selama ini saya cari. Alhamdulillah ketemu jodoh juga.

swing

Sekarang, setelah hampir setahun pemakaian, baru deh muncul dramanya. Heu. Beberapa waktu lalu Swing saya gak mau menghisap sama sekali. Waktu itu perkiraannya karena membrannya sobek sedikit. Pulang deh ganti membran, lalu balik ngantor. Alhamdulillah hisapannya kembali normal. Beberapa hari kemudian, dramanya berulang. Pompa asi kembali mogok kerja. Saya pun putar otak, hipotesis sementara, mungkin selangnya yang perlu diganti atau leher pompanya. Sebenarnya kedua printilan itu tidak menunjukkan tanda-tanda tergores atau kenapa-kenapa sih, tapi yaa siapa tau memang ada yang rusak tapi gak keliatan.

Saat itu juga saya langsung pesan online selangnya. Buat jaga-jaga semisal kurirnya lambretos, saya pun pulang lagi untuk menyusui langsung & mengambil pompa manual (Medela Harmony) yang telah saya beli sebelumnya. Setelah sampai di kantor untuk kedua kalinya di hari itu, ternyata bapak kurir belum datang, padahal sudah waktunya saya pumping lagi. Bermodal pompa manual & elektrik (yang gak tau masih mau kerja apa nggak) ditambah basmalah, saya pun pumping. Pertama nyobain elektriknya dulu, nggak nyedot juga dong. -_- Mungkin memang sudah saatnya saya beralih ke pompa manual. Waktu kembali mengoperasikan manual barulah saya ingat, betapaaaaa pegelnya pake manual. Hiks. Langsung wasap suami, curhat & berterima kasih lagi udah dibeliin pompa elektrik.

Sekitar pukul 3 sore baru deh bapak kurir datang. Sebelum pulang kantor, saya pun pumping pake selang baru. Lancaaar jayaaa sampai sekarang, alhamdulillaah..Semoga gak ada drama-drama lagi ya. Ciao.

3 thoughts on “Drama Pompa ASI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s