Dr. Muhammad Natsir (1)

Sebuah ringkasan…

natsir

Tempat, tanggal lahir, dan masa kecil Muhammad Natsir

Muhammad Natsir bin Idris Sutan Saripado adalah seorang ulama yang piawai, politikus cekatan, dan pendidik utama. Beliau lahir tanggal 16 Juli 1908 di Maninjau, Sumatera Barat, dilahirkan di keluarga yang agamis. Ayahnya adlah seorang ulama yang terkenal di Indonesia. Muhammad Natsir mendapat ijazah perguruan tinggi di Fakultas Tarbiyah Bandung. Selain itu, beliau menerima gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Islam Libanon dalam bidang sastra, dari Universitas Kebangsaan Malaysia dan Universitas Saint Teknologi Malaysia dalam bidang pemikiran Islam.

Tahun 1945, Dr. Moh. Hatta, Wapres RI setelah kemerdekaan memintanya membantu melawan penjajah, kemudian menjadi anggota MPRS. Tahun 1946 mendirikan partai Masyumi (Majelis Syura Muslimin Indonesia) dan menjabat sebagai Menteri Penerangan selama 4 tahun.

Perjuangan M. Natsir

Ketika Belanda hendak menjadikan Indonesia menjadi negara serikat, M. Natsir menentangnya dan mengajukan pembentukan NKRI. Usulan itu disetujui oleh 90% anggota menterinya. Pada tahun 1950, beliau diminta membentuk kabinet sekaligus menjadi Perdana Menterinya. Namun, belum genap satu tahun menjabat, M. Natsir dipecat karena dianggap berseberangan dengan Presiden Soekarno. Beliau tetap menjadi pemimpin Masyumi dan menjadi anggota parlemen sampai tahun 1957.

M. Natsir adalah tokoh kontemporer dunia Islam, mujahid yang menerjuni pertarungan sengit di setiap jenjang, dan politikus piawai, serta memegang jabatan penting di Indonesia. Beliau juga mencurahkan segenap kemampuannya untuk menjadikan Islam sebagai sistem pemerintahan Indonesia. M. Natsir senantiasa melawan orang-orang yang menghalangi tegaknya Islam. Beliau juga menyerukan bahwa Islam sebagai titik tolak kemerdekaan dan kedaulatan.

Pada masa Demokrasi Terpimpin pada tahun 1958, M. Natsir menentang sikap politik pemerintah. Keadaan ini mendorongnya bergabung dengan para penentang lainnya dan membentuk PRRI, suatu pemerintahan tandingan di pedalaman Sumatera. Tokoh PRRI menyatakan bahwa pemerintah di bawah Presiden Soekarno saat itu secara garis besar telah menyeleweng dari UUD 1945. Akibatnya, M. Natsir dan tokoh PRRI lainnya yang didominasi anggota Masyumi, mereka ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara.

Manhaj Dakwah Muhammad Natsir

M. Natsir dibebaskan pada bulan Juli 1966 setelah pemerintahan Orde Lama digantikan oleh pemerintahan Orde Baru. Keluar dari penjara, beliau dan kawan-kawan mendirikan Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) yang memusatkan aktivitasnya untuk membina masyarakat, mengerahkan para pemuda dan menyiapkan da’i, mendirikan pusat kegiatan Islam dan masjid, menyebarkan buku-buku Islam, membentuk ikatan pelajar Islam, dan lain-lain. Tahun 1967, M. Natsir dipilih menjadi Wakil Ketua Muktamar Islam Internasional di Pakistan.

…bersambung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s