Fiqh Kelahiran: Pendahuluan

Kajian tanggal 8 Mei 2013 @Mushola Al Mushlihin

oleh Ustadz Abdurrahman Assegaf

dua-anak-perempuanPada masa jahiliyah, orang-orang sangat malu memiliki anak perempuan. Pada masa itu, anak perempuan dianggap merupakan kehinaan bagi keluarga yang memilikinya. Lantas tidak sedikit yang menyembunyikan bahkan membunuh anak-anak perempuannya. Memiliki anak perempuan seolah memiliki anak yang tidak bermasa depan, mengingat betapa kejinya kaum jahiliyah memperlakukan wanita dewasanya.

“Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.” (QS. An Nahl: 58-59)

Oleh karena itu, ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam datang dengan membawa ajaran Islam, diangkatlah kedudukan wanita dengan aturan Allah subhanahu wata’ala. Berikut ini adalah beberapa hadits tentang keutamaan memiliki anak-anak perempuan.

  • Penghalang dari neraka

Dari A’isyah radhiallahu’anha: “Ada seorang wanita masuk besama dua anak perempuannya seraya meminta diberi sesuatu. Akan tetapi aku tidak mendapatkan sesuatu untuk diberikan kecuali sebutir buah kurma. Aku berikan sebutir buah kurma tersebut kepadanya. Kemudian si ibu itu membaginya kepada kedua anaknya. Sementara ia sendiri tidak makan. Kemudian mereka keluar dan pergi. Ketika Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam datang dan masuk, aku beritahukan kisah ini kepadanya. Kemudian beliau berkata: Barangsiapa yang diuji dengan mendapatkan anak peremuaan kemudian ia berbuat baik kepada mereka (dengan mendidiknya) maka anak perempuan itu akan menjadi penghalang baginya dari sentuhan api neraka.(HR. Bukhari-Muslim)

  • Salah satu penyebab orang tuanya masuk surga

Dari A’isyah radhiallahu’anha: “Aku kedatangan seorang ibu miskin yang membawa kedua anak perempuannya. Aku berikan kepadanya tiga butir buah kurma. Kemudian ia memberikan masing-masing dari kedua anaknya satu butir kurma dan yang satu butir lagi ia ambil untuk dimakan sendiri. Akan tetapi, ketika ia akan memakannya, kedua anaknya itu memintanya. Akhirnya satu butir kurma itu dibelah dua dan diberikan kepada mereka berdua. Kejadian itu mengagumkanku. Maka, aku ceritakan hal itu kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam. Dengan demikian beliau bersabda: Allah subhanahu wata’ala mewajibkan atasnya surga atau membebaskannya dari neraka disebabkan kasih sayangnya terhadap anak perempuannya.” (HR. Muslim)

  • Pada hari kiamat, didekatkan dengan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam

Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa mengurus dan mendidik dua anak perempuan hingga mereka dewasa maka ia datang di hari kiamat bersamaku.” , beliau merapatkan jari-jemarinya. (HR. Muslim)

  • Menumbuhkan kecintaan dalam keluarga

Dari Uqbah bin Amir radhiallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: Janganlah kamu membenci anak perempuan, karena sesungguhnya mereka merupakan penumbuh kecintaan yang sangat berharga.(HR. Ahmad)

Selain hadits-hadits di atas, ada juga perkataan ‘ulama yang menyebutkan keutamaan memiliki anak perempuan, yaitu:

Shaleh bin Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata: Bila dikatakan kepada ayahku, telah lahir baginya anak perempuan, beliau akan mengatakan: “Para nabi adalah ayah dari anak-anak perempuan.”

Allahua’lam bish shawwab…

5 thoughts on “Fiqh Kelahiran: Pendahuluan

  1. Pingback: Bintal Islam DJA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s