Kawan Berkait

Mungkin kita tidak jarang berjumpa dengan fenomena “Kawan Berkait”. Istilah yang saya gunakan untuk kenalan yang berada di lingkungan luar sana, tanpa disadari sebelumnya, ternyata berkawan dengan orang-orang yang kita kenal lainnya. Duh, ribet ya? Begini ilustrasinya. B punya kenalan namanya A. Si B juga kenal sama C. Nah, tanpa disadari sebelumnya oleh B, ternyata si A juga kenal dengan C. Jadilah A, B, dan C kawan berkait. :p

kawan

Nah, baru-baru ini saya kembali menemukan “Kawan Berkait” saya, hehe. Tapi histori keberkaitannya agak sedikit rumit. Jadi, simak baik-baik ya.πŸ˜€

Begini, saya punya teman SMP yang inisialnya PL. Nah, begitu mengenal dunia perfesbukan, saya mencari namanya di fesbuk. Dan dengan PDnya (tanpa konfirmasi terlebih dahulu) saya menambahkan seseorang yang kuliah di UI sebagai teman. Saat itu saya pikir dia adalah kawan SMP saya karena namanya persis sama.

Meskipun kami sudah berteman di fesbuk, tapi saya belum pernah berkomunikasi dengannya (sebut saja: PLs). Pun dengan PL yang asli, saya benar-benar kehilangan kontak dengannya sejak lulus SMP. Hingga suatu ketika PLs membuat status yang kemudian saya komentari. Dari sana baru saya ketahui kalau dia bukanlah PL teman SMP saya, melainkan PLs yang pernah bersekolah di SMAN 99. PL teman SMP saya ini dulu melanjutkan sekolahnya di SMA Telkom. Dengan kejadian ini, bertambahlah kenalan saya, hehe.πŸ™‚

Kemudian, saya membuat akun di goodreads. Di sana, saya menemukan lagi sebuah nama, yang persis dengan nama kawan saya itu lagi, tapi kali ini saya tidak berpikir bahwa dia adalah kawan SMP saya, saya justru berpikir bahwa dia adalah kenalan saya yang baru, si anak SMAN 99. Di “details”nya terbaca kalau beliau orang Jogja, tapi waktu itu saya kira ceritanya begini: PLs sudah lulus, lalu tinggal di Jogja. -_-

Daaaan, baru tau kalau mbak PL yang ini, bukan kenalan saya yang sekolah di SMAN 99 dan bukan teman SMP saya. Jadi, selama ini saya ngerasa beliau itu kenalan saya aja gitu, padahal bukan. Beliau ternyata kawan SMP-nya “seseorang” . Begitulah kisah kawan berkaitnya saya dengan “seseorang”. Salam kenal ya Mbak puchsukahujan~πŸ˜€

*) sumber gambar

5 thoughts on “Kawan Berkait

  1. salam kenal mbπŸ˜‰
    iya ya, ternyata dunia ini begitu sempit

    mungkin anti juga kenal Fauziyyah Arimi? beliau ini temennya teh Titintitan, dan ternyata teh Titin ini juga kenalannya temen saya Tya << ini juga bisa disebut "kawan berkait"?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s