Menjaga Pandangan #4

Kajian tanggal 14 Nopember 2012 @Mushola al Mushlihin. Dalam kajian hari ini dibahas dua tema, yang pertama, melanjutkan tema Menjaga Pandangan; dan yang kedua, masuk ke tema Zina. Agar lebih rapih, kedua tema tersebut insyaAllah akan saya resume-kan dalam dua postingan berbeda.

***

Sebab Mengumbar Pandangan

  • Mengikuti hawa nafsu setan

Boleh jadi ia sudah mengetahui bahaya dan ancaman dari Allah, tetapi ia tidak kuasa untuk tidak mengikuti hawa nafsu setan.

  • Tidak memahami bahayanya mengumbar pandangan

Mungkin orang tersebut tau apa bahayanya, tapi mata hatinya tertutup untuk benar-benar memahami hal tersebut.

  • Mengandalkan ampunan Allah & melupakan siksanya

Memang betul dengan berwudhu dan berzikir bisa hilang dosa-dosa kecil. Akan tetapi, siapa yang bisa menjamin setelah bermaksiat usia kita masih sampai untuk bisa berwudhu atau berdzikir?!

  • Banyak membaca dan menyaksikan tontonan yang diharamkan oleh Allah

Dengan seringnya melakukan maksiat serupa, maka akan menjadi terbiasa dan rasa bersalah berangsur hilang. Sama seperti hati yang jika kita melakukan maksiat, maka akan timbul noda padanya. Semakin sering bermaksiat, hati menjadi semakin kotor, gelap, hingga kehilangan kemampuannya untuk melihat.

  • Tidak segera menikah

Menikah adalah salah satu cara untuk menjaga pandangan. Walaupun bukan berarti yang sudah menikah sudah tidak mungkin lagi tergoda untuk mengumbar pandangan. Hanya saja kemungkinan melakukan maksiat ini akan dapat diminimalisasi.

  • Banyak bergaul dengan lawan jenis

Dengan banyak bergaul dengan lawan jenis, menjaga pandangan akan lebih sulit dilakukan karena sehari-hari berinteraksi dengan mereka.

  • Adanya kenikmatan (sesaat)

Maksiat acapkali menimbulkan sensasi nikmat saat melaksanakannya. Namun, kenikmatan tersebut hanya berlangsung sebentar, yaitu saat bermaksiat. Nah, perlu diwaspadai, setelah melakukannya akan ada azab Allah yang mengintai, yang bisa  diberikan di dunia ataupun di akhirat kelak.

  • Banyaknya wanita yang membuka aurat di tempat umum

Nah…nah…ternyata kita (kaum wanita) juga berperan dalam penjerumusan laki-laki untuk mengumbar pandangannya. Apalagi di zaman sekarang, hampir di semua tempat umum (di luar tempat yang diperbolehkan bagi wanita untuk membuka aurat) ada wanita yang seperti itu.

Sebab Terjaganya Pandangan

  • Memiliki ketakwaan kepada Allah

Kalau orang itu memiliki ketakwaan kepada Allah, insyaAllah dia akan bisa menjaga pandangannya.

  • Berusaha menghilangkan sebab-sebab mengumbar pandangan

Salah satunya, untuk para muslimah, bisa dengan cara menutup aurat. Jadi, muslimah, yuk kita tutup aurat. :’)

  • Mensyukuri nikmat Allah, terutama yang berupa indera penglihatan

(sumber)

Bukankah Allah telah berjanji bahwa jika kita bersyukur, maka akan ditambah nikmatnya, tapi kalau kita kufur, sesungguhnya azab Allah sangatlah pedih.

Manusia ini sesungguhnya bisa menikmati dunia karena adanya kemampuan untuk melihat.

Bahkan dalam sebuah hadits, dari Jabir, Rasulullah bersabda: “Tadi Jibril baru saja keluar dari tempatku. Ia berkata, “… Sesungguhnya Allah memiliki seorang hamba yang telah menyembah kepada Allah selama 500 tahun. … ia akan dibangkitkan pada hari kiamat, kemudian didudukkan dihadapan Allah swt, dan Allah swt berfirman, ‘Masukkanlah hamba-Ku ini ke surga atas berkat rahmat-Ku.’ Si Abid berkata,’Tapi ya Rabbi, masukkanlah hamba ke surga atas berkat amal perbuatanku.’ Allah berfirman, ‘Masukkanlah hamba-Ku ke surga atas berkat rahmat-Ku.’ Si Abid berkeras, ‘Ya Rabbi, masukkanlah hamba ke surga atas berkat amal perbuatanku.’ Allah swt lalu menjelaskan, ‘Timbanglah pada hamba-Ku ini antara nikmat yang telah Ku berikan dengan amal perbuatannya.’ Maka didapati bahwa nikmat penglihatan telah meliputi ibadah selama 500 tahun itu, belum lagi nikmat-nikmat badan yang lainnya …” (HR. Al Hakim, shahih)

  • Berpuasa

Berpuasa sebenarnya sudah termasuk dalam kategori takwa yang telah disebutkan di atas. Akan tetapi, puasa di sini adalah sebagai amalan khususnya.

Dari Abdullah ra, Rasulullah bersabda: “Siapa yang telah mampu ba’ah, hendaklah menikah, sungguh menikah itu lebih dapat menjaga pandangan dan kemaluan, siapa yang tidak mampu maka hendaknya berpuasa sungguh pada puasa itu dapat memutus syahwat.” (HR. Bukhari)

  • Mengingat keburukan lawan jenisnya

Berkata Ibnu Mas’ud: apabila seorang wanita/laki-laki melihat lawan jenisnya lalu ia kagum, maka ingatlah keburukannya/ekspresi/sisi terburuknya agar tidak menimbulkan syahwat.

  • Menikah

Dari Jabir bin Abdullah, Rasulullah bersabda: “Sungguh wanita itu menghadap dalam gambaran setan (maksudnya menyebabkan syahwat) dan membelakangi  dalam gambaran setan. Jika salah seorang di antara kalian melihat wanita, maka hendaklah dia mendatangi istrinya, sungguh yang demikian itu menolak apa yang ada pada dirinya.” (HR. Muslim)

  • Berdoa agar dijauhkan dari fitnah pandangan

Syakal bin Humaid meminta doa kepada Rasulullah, lalu beliau bersabda:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِي، وَمِنْ شَرِّ بَصَرِي، وَمِنْ شَرِّ لِسَانِي، وَمِنْ شَرِّ قَلْبِي، وَمِنْ شَرِّ مَنِيِّي

“Ya Allah, sungguh aku memohon perlindungan dari-Mu dari kejahatan pendengaranku, dari kejahatan pandanganku, dari kejahatan lisanku, dari kejahatan hatiku, dan dari kejahatan maniku.” (HR. Abu Daud, hadits ini hasan)

Doa di atas adalah doa untuk mencegah. Nah, kalau doa untuk menanggulangi (-_- bahasane), bisa menggunakan doa ini:

Innalhamdalillahi nahmaduhu wanasta’iinuhu wanastaghfiruhu Wana’udzubiillah minsyurruri ‘anfusinaa waminsayyi’ati ‘amaalinnaa…

(Segala puji bagi Allah yang hanya kepadaNya kami memuji, memohon pertolongan, dan mohon ampunan. Kami berlindung kepada-Nya dari kekejian diri dan kejahatan amalan kami…)

  • Bergaul dengan orang shalih

Akhlak seseorang itu dapat dilihat dari akhlak teman-temannya.  Jadi, kalau kita bergaul dengan orang-orang shalih, insyaAllah kita akan ketularan shalihnya. Orang yang baik pasti berteman dengan orang baik. Karena kecenderungan manusia adalah berkelompok dengan orang-orang yang memiliki kecenderungan yang sama.

  • Khawatir su’ul khatimah dan penyesalan di alam kubur

Seperti yang telah disampaikan di atas. Bisa jadi, ketika sedang bermaksiat, justru Allah memerintahkan malaikat untuk mencabut nyawa orang tersebut. Na’udzubillah…tsumma na’udzubillah…

***

Allahua’lam

Download versi powerpoint >> Sebab Mengumbar Pandangan <<😀

*) sumber gambar kungfu panda>> click

One thought on “Menjaga Pandangan #4

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s