Menjaga Pandangan #3

Materi kajian tanggal 7 Nopember 2012 ini sebagian sudah saya sampaikan di resume Menjaga Pandangan #2. Namun, di resume sebelumnya penyampaian dari ustadz baru sekilas-sekilas. Nah, kali ini alhamdulillah dikupas lagi sedikit lebih dalam.

***

Akibat Mengumbar Pandangan

  • Rusaknya hati

Menurut para ‘ulama, pandangan dapat berbuat terhadap hati sebagaimana panah terhadap buruan, jika kamu tidak membunuhnya maka kamu melukainya. Begitupula dengan pandangan, kalau tidak sampai syahwat, maka tetap akan rusak hatinya.

Jika orang mukmin melakukan dosa, akan menjadi titik hitam di hati. Begitu pula dengan mengumbar pandangan, yang merupakan merupakan dosa. Lalu jika dosa itu menjadi banyak, semakin banyak pula titik hitam pada hati, sehingga hati menjadi rusak. Rusaknya hati menandakan rusaknya semua anggota tubuh.

Dari Nu’man bin Basyir, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya dalam tubuh manusia ada segumpal daging, jika ia baik maka baiklah seluruh tubuh namun jika ia rusak maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah bahwa ia adalah hati.” (Muttafaq ‘alaih)

  • Lupanya ilmu

Disebutkan oleh Ibnu Qayyim, “Sungguh telah lupa seorang ahli ibadah hafalan Al Qur’annya lantaran dia melihat anak kecil yang beragama Nasrani.”

Utamanya adalah ilmu yang berkaitan dengan agama. Karena ilmu adalah cahaya yang tidak bisa masuk ke dalam hati yang rusak.

  • Turunnya bala/ujian

Dituliskan pula oleh Ibnu Qayyim, berkata Amr bin Murrah, “Aku telah melihat seorang wanita yang aku kagumi lalu aku dibutakan, maka aku berharap itu adalah sebagai balasan untuk diriku.”

  • Batalnya pahala ketaatan

Khudzaifah ra berkata, “Siapa yang memperhatikan (membayangkan) seorang wanita dari belakang bajunya, maka telah batal puasanya.”

(gambar dari sini)

  • Lalai dari Allah dan akhirat

Jika hati sibuk dengan hal yang haram akan mewariskan malas untuk berdzikir kepada Allah dan melazimkan keta’atan.

Inilah salah satu pentingnya kita berdoa untuk dijauhkan dari rasa malas. Allahumma inni a’udzubika minal kasal…

Faedah Menjaga Pandangan

  • Membersihkan hati dari sakitnya kerugian, karena siapa yang mengumbar pandangannya maka akan mendapat kerugian.
  • Menimbulkan cahaya dalam hati

Dari Abdullah bin ‘Abbas, saat menginap di rumah Maemunah, istri Rasulullah, beliau pernah mendengar Rasulullah berdoa sesudah shalat malamnya: “Ya Allah, jadikanlah di dalam hatiku cahaya, di lidahku cahaya, di pendengaranku cahaya, di penglihatanku cahaya. Jadikan di belakangku cahaya, di hadapanku cahaya, dari atasku cahaya, dan dari bawahku cahaya. Ya Allah berikan kepadaku cahaya.” (HR. Muslim)

Dengan adanya cahaya dalam hati, maka akan terlihat mana yang haq dan mana yang batil. Pandangan itu akan mewariskan kepada hati cahaya yang tampak di mata, wajah, dan di anggota tubuh seluruhnya. Begitupula orang yang mengumbar pandangan, akan mewariskan kegelapan pada mata, wajah, dan anggota tubuhnya.

  • Menguatkan firasat

Dari Abu Said Al Khudri, Rasulullah bersabda, “Takutlah kalian pada firasat orang mukmin, sungguh dia melihat dengan cahaya Allah.” (HR. Tirmidzi, sanadnya gharib, didhaifkan oleh Syaikh Albani)

Sesungguhnya orang yang menjaga pandangan akan menjaga baiknya firasatnya, karena dengan menjaga pandangan, akan mendapatkan cahaya dalam pandangannya, dan buahnya adalah dia bisa melihat apa yang ada pada orang yang dihadapinya.

Berkata Suja’ Al Kirmani, “Barangsiapa yang memakmurkan zhahirnya dengan mengikuti As Sunnah, bathinnya selalu muraqabah (merasa diawasi Allah), juga menahan dirinya dari syahwat-syahwat, dan menundukkan pandangannya dari perkara-perkara yang haram, dan membiasakan diri dengan memakan yang halal, niscaya tidak akan salah firasatnya.

‘Abdullah bin Mas’ud berkata: “Tiga orang yang kuat firasatnya, yaitu: pertama,  puteri (puteri Nabi Syu’aib) yang meminta kepada ayahnya agar Nabi Musa as. diserahi tugas karena ia kuat dan dapat dipercaya; kedua,  Abu Bakar ketika dia mengangkat Umar bin Khattab sebagai penggantinya; ketiga, Aziz Mesir ketika ia memerintahkan kepada istrinya supaya kepada Yusuf agar diberikan tempat dan kedudukan yang baik di istananya.” (ada yang mengatakan hadits ini mursal karena tidak tersambung dengan Rasulullah, tapi ada pula riwayat lain yang semakna, diriwayatkan oleh Imam Hakim dan beliau mengatakan hadits ini shahih, begitupula dikatakan oleh Imam Adz Dzahabi)

  • Menimbulkan rasa bahagia dalam hati

Siapa yang bisa menjaga pandangannya akan mendapatkan kelezatan dan kelapangan dalam hati, dan siapa yang mengumbar pandangannya akan mendapat kesulitan.

Melihat itu nikmat, tapi sesungguhnya menjaga pandangan adalah lebih nikmat daripada bisa melihat.

  • Membuka pintu ilmu

Sesungguhnya orang yang menjaga pandangan akan membuka pintu-pintu ilmu, bahkan sebab-sebabnya akan dimudahkan, sehingga mudah mendapatkannya. Hal ini dikarenakan adanya cahaya dalam hati. Maka akan tampak hakikat-hakikat ilmu.

Imam Syafi’i pernah berkata, “Aku mengeluh kepada Imam Waki’ tentang  buruknya hafalanku, maka guruku memberi petunjuk untuk meninggalkan kemaksiatan. Dan dia memberitahukan bahwasanya ilmu itu cahaya, sedangkan cahaya Allah tidaklah diberikan kepada orang yang bermaksiat.”

Kalaupun ahlul maksiat bisa pintar, hafal Al Qur’an, dan sebagainya, tetap akan bisa, tapi hal ini tidak akan mendatangkan manfaat dan tidak akan membekas.

  • Menguatkan hati

Menjaga pandangan akan menguatkan hati, menjadi berani, tidak mudah goyah tentang prinsipnya akan apa-apa yang haq dan yang bathil.

***

Allahua’lam.

Mohon maaf, resume ini belum ada powerpointnya. InsyaAllah kalau sudah ada, akan diupload.🙂

One thought on “Menjaga Pandangan #3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s