Menjaga Pandangan #2

Kajian tanggal 31 Oktober 2012 @Mushola Al Mushlihin…

***

Syariat Islam memerintahkan untuk menjaga pandangan.

Berkata Al Habib Abu Bakar bin Habib Al A’miriy:

Sungguh apa yang telah disepakati oleh para ulama akan keharamannya dari para ulama Salaf dan Khalaf dari ulama fiqih dan para imam adalah melihat kepada orang asing dari kaum laki-laki dan wanita antara yang satu dengan lainnya, yang tidak ada ikatan nasab atau susuan dan lainnya, mereka itulah yang haram untuk memandang antara yang satu dengan lainnya.

Memandang dengan syahwat dan bersendiri dengan mereka adalah perbuatan yang haram menurut seluruh ulama. Termasuk memandang tanpa ada hajat, walaupun tanpa syahwat, tetap dilarang.

Syariat Islam Memerintahkan untuk Menjaga Pandangan

Bukan hanya perkara memandang yang dilarang, tapi juga hal-hal yang bisa menjatuhkan kita pada pandangan yang haram pun dilarang, yang disebut dalam ilmu fiqih Ad Dari’ah atau Syaddud Dari’ah. Kalau dalam fiqih Imam Malik, Syaddud Dari’ah ini dijadikan dalil.

(gambar: dari sini)

Ada beberapa hal yang dilarang agar tidak terjatuh pada pandangan yang diharamkan.

  • Saat shalat, wanita dilarang untuk mengangkat kepalanya sebelum laki-laki agar tidak melihat aurat laki-laki dari belakang kainnya. Saat bangun dari sujud, ketika imam sudah bangun, sebenarnya makmum wanita sudah boleh ikut bangun, tidak ada haramnya. Akan tetapi, untuk mencegah dari terlihatnya aurat makmum laki-laki, maka sebaiknya makmum wanita bangun setelah makmum laki-laki.

Dari Sahl bin Sa’ad, Rasulullah bersabda: “Wahai para wanita janganlah kalian mengangkat kepala kalian hingga para lelaki mengangkat (kepalanya).” (HR. Muslim)

  • Dilarang memakai wewangian

Wanita sebenarnya boleh menggunakan wewangian, tapi ada sebab pelarangannya, yaitu jika membuat lelaki cenderung padanya karena bau wanginya.

Dar Zainab (istri ‘Abdullah), Rasulullah bersabda: “Apabila salah seorang diantara kalian hendak menyaksikan masjid maka janganlah menyentuh minyak wangi.” (HR. Muslim)

Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: “Siapa saja wanita yang terkena bukhur maka janganlah dia ikut serta menyaksikan sholat isya bersama kami.” (HR. Muslim)

Bukhur di Indonesia disebut sebagai kayu gaharu. Kayunya dibakar, lalu dikenakan ke pakaian, maka pakaian akan menjadi wangi. Harganya lebih mahal daripada minyak wangi.

Begitupula dengan berdandan, bukan berarti wanita tidak boleh berdandan karena sebenarnya memang seperti itulah fithrahnya wanita. Hanya saja tidak boleh berlebihan, sehingga membuat lelaki tertarik berkat dandanannya itu.

  • Berjalan di pinggir

Saat berjalan mereka tidak berjalan di tengah. Sehingga tidak melihat kepada mereka seorang pun, tapi mereka diperintahkan untuk berjalan di pinggir jalan. Tidak pula di depan. Sebaiknya di samping atau di belakang.

  • Tidak boleh menceritakan wanita lain pada suami

Dilarang seorang istri menceritakan wanita lain di hadapan suaminya, sehingga dia seakan-akan melihatnya, menjaga agar tidak terjadi kerusakan dan kecondongan hati kepadanya dengan menghadirkan gambarannya.

  • Dilarang duduk di pinggir jalan

Ini sebenarnya bukan masalah duduknya, tetapi masalah pandangannya. Kalau bisa menjaga pandangan dan bisa memenuhi hak-hak jalanan, tidak masalah. Namun, ini bukan perkara mudah. Jadi, alangkah baiknya jika dihindari.

Dari Abu Said Al Khudri, Rasulullah bersabda: “Janganlah kalian duduk di pinggir jalan!” Para sahabat bertanya, “Bagaimana bila harus melakukannya?” Beliau menjawab, “Maka berikanlah haknya jalanan.” Mereka berkata, “Apa itu haknya?” Beliau bersabda, “Menjaga pandangan, menghilangkan hal-hal yang dapat mengganggu, menjawab salam, memerintahkan pada kebaikan dan mencegah kemungkaran.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Menjawab salam, bukan memberi salam. Karena yang berhak memberi salam adalah yang berjalan. Kebanyakan justru yang duduk-duduk memberi salam itu maksudnya menggoda yang berjalan.

  • Dilarang membuat gerakan yang menarik perhatian

Allah telah melarang bagi wanita untuk menggerakkan kaki-kaki mereka saat berjalan, demi menjaga pandangan, sehingga laki-laki tidak melihat apa yang tersembunyi dari perhiasan dan indahnya (kakinya).

Allah berfirman, “…Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan…” (QS. An Nur: 31)

Di zaman jahiliyah, para wanita menarik perhatian laki-laki dengan menghentakkan kakinya.

Akibat Mengumbar Pandangan (Menurut Ibnu Qayim Al Jauzi dan ‘Ulama Lainnya)

  • Rusaknya hati

Pandangan dapat berbuat terhadap hati sebagaimana panah terhadap buruan, jika kamu tidak mebunuhnya maka kamu melukainya.

  • Lupanya ilmu

Telah lupa seorang ahli ibadah hafalan Al Qur’annya lantaran dia melihat anak kecil yang beragama Nasrani.

  • Turunnya bala

Berkata Amr bin Murrah: Aku telah melihat seorang wanita yang aku kagumi lalu aku dibutakan, maka aku berharap itu adalah sebagai balasan untuk diriku.

  • Batalnya pahala ketaatan

Khudzaifah berkata: Siapa yang memperhatikan seorang wanita dari belakang bajunya maka telah batal puasanya.

  • Lalai dari Allah dan akhirat

Jika hati sibuk dengan hal yang haram akan mewariskan malas untuk berdzikir kepada Allah dan melazimkan keta’atan.

***

Allahua’lam.

Sila download versi powerpoint >> Menjaga Pandangan #2 <<🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s