Passion

Passion-ku gak di sini,” begitu katanya, dengan wajah serius. Saya ingat betul. Sampai saat ini pun, masih sama. Bertahan sekian tahun. Passion-nya (masih) bukan di tempat ini. Lalu, kenapa ia masih di sini? Sempat saya tanyakan padanya. Jawabnya, karena ia menganggap masa-masa ini adalah persiapan meraih mimpinya. Sampai waktunya nanti, insya Allah ia akan meninggalkan tempatnya sekarang, menuju mimpinya. Bukan, bukan berarti ia tak mensyukuri keadaan yang sekarang. Tapi, ketika ada kesempatan yang dirasa lebih baik, boleh kan mengambil kesempatan itu?–ini juga menurut seorang kakak.

7 thoughts on “Passion

    1. iya..awalnya emang dari situ..mau bertahan, atau ambil jalan lain, yang (nantinya) muaranya sama2 ke sana..tinggal jalan mana yang sekiranya mampu dihadapi saat ini..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s