Bulan Sya’ban

Dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, beliau mengatakan: “Saya tidak pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan, saya juga tidak melihat beliau berpuasa yang lebih sering ketika di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari)

Dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, beliau mengatakan: “Rasulullah pernah puasa hampir satu bulan di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari)

Dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, beliau mengatakan: Sesungguhnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah berpuasa sebulan penuh dalam setahun kecuali pada bulan Sya’ban, kemudian disambungnya dengan puasa Ramadhan.” (HR. Abu Daud)

Hikmah hadits yang disebutkan ini, para ‘ulama mengatakan:

  1. Bulan Sya’ban adalah bulan yang mulia karena letaknya yang berdekatan dengan bulan Ramadhan;
  2. Sya’ban artinya bercabang-cabang. Pada bulan ini, masyarakat jahiliyah berpencar mencari air karena saat itu, air banyak keluar dan airnya bagus. Nah, ada pula yang mengatakan, di bulan Sya’ban ini cabang-cabang kebaikan disiapkan oleh Allah. Jadi, Sya’ban adalah bulan amal;
  3. Rasulullah memuliakan bulan Sya’ban dengan meningkatkan puasanya dan ibadah-ibadah lainnya. Salah satunya karena letaknya dekat dengan bulan Ramadhan. Maksudnya di sini bukan berarti pada bulan-bulan lainnya ibadah Rasulullah sedikit. Meningkatkan ibadah di sini maksudnya adalah meningkatkan ibadah yang terlihat oleh ummatnya.

Ada sekitar 23 kejadian besar pada bulan Sya’ban, antara lain:

  • Menurut Imam Nawawi, pemindahan kiblat dari Masjidil Aqsa ke Ka’bah terjadi pada bulan Sya’ban.
  • Kelahiran Hasan dan Husein bin Ali bin Abi Thalib, yaitu pada tahun keempat Hijriah.
  • Perang Bani Musthaliq. Terjadi pada bulan Sya’ban 5 Hijriah, ada juga yang menyebut tahun 6 Hijriah.
  • Turunnya ayat tentang Li’an.
  • Turunnya QS. Al Ahzab:56 tentang anjuran membaca shalawat bagi Rasulullah saw.

Amalan yang dianjurkan pada bulan Sya’ban:

  1. Puasa sunnah. Hendaknya tidak berpuasa 2 hari sebelum Ramadhan, kecuali untuk qada’ puasa atau karena sudah terbiasa berpuasa dan jelas masuknya tanggal 1 Ramadhan, sehingga tidak bercampur antara Ramadhan dan Sya’ban. Kalau yang belum terbiasa berpuasa, hendaknya setelah tanggal 15 Sya’ban tidak berpuasa lagi, karena dikhawatirkan fisik akan melemah saat memasuki bulan Ramadhan.
  2. Memperbanyak sedekah.
  3. Memperbanyak istighfar.

Allahu a’lam bish shawab..🙂

——————————————————————————————————————————————–

Kajian tanggal 20 Juni 2012 @Musholla Al Mushlihun

*edisi telat posting* :p

8 thoughts on “Bulan Sya’ban

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s