Fiqh Menguburkan Jenazah #2

Kajian tanggal 16 Mei 2012 @Musholla Al Mushlihin

Perintah untuk melaksanakan penguburan:

“Kemudian Allah mengutus seekor burung gagak menggali tanah untuk diperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana dia seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Qabil berkata, “Oh, celaka aku! Mengapa aku tidak mampu berbuat seperti gagak ini, sehingga aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?” Maka jadilah dia termasuk orang yang menyesal.” (QS. Al Maidah: 31)

“Bukankah kami jadikan bumi untuk (tempat) berkumpul, bagi yang masih hidup dan yang sudah mati?” (QS. Al Mursalat 25-26)

“Kemudian Dia mematikannya lalu menguburkannya” (QS. ‘Abasa: 21)

Bahwa semua Nabi dan Rasul dikubur setelah meninggal.

Karena tidak menguburkan jenazah berarti:

  • Tidak mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya;
  • Menghilangkan kemuliaan orang tersebut;
  • Dapat mengganggu orang lain karena baunya (bangkai yang terbau adalah bangkai manusia).

Tempat Penguburan

Lebih utama dikubur di pemakaman umum karena:

  • Nabi Muhammad menguburkan para sahabat di Baqi’;
  • Lebih banyak doa karena banyaknya yang berziarah;
  • Lebih menyerupai tempat akhirat;
  • Lebih meringankan beban bagi ahli waris.

Tidak mengapa dikubur di rumah karena Rasulullah dikubur di rumah ‘Aisyah. Namun, sebagian ulama melarang karena menganggap hal itu khusus bagi Rasulullah.

Baik bila dikubur di pemakaman yang mulia, yaitu di Baqi’ Al Gharqad atau tempat yang banyak terkubur orang-orang shalih demi mendapatkan keberkahan dari mereka.

Nabi Musa sendiri, sebelum meninggal memohon kepada Allah agar meninggal di dekat Tanah Suci.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. : malaikat maut diutus menemui Musa dan setelah bertemu dengannya, Musa menampar dan melukai salah satu matanya. Malaikat itu kembali menemui Tuhannya dan berkata, “Tuhanku, Engkau telah mengutus aku menemui seorang hamba yang tidak menghendaki kematian”. Allah menyembuhkan matanya dan berkata, “temui dia kembali dan katakan padanya agar meletakkan telapak tangannya di atas seekor lembu jantan. Aku ijinkan ia untuk hidup lebih lama sesuai dengan banyaknya bulu (lembu jantan) yang tertinggal di bawah telapak tangannya. (maka malaikat itu menemui Musa dan mengatakan apa yang dikatakan Tuhannya). Kemudian Musa bertanya, “ Tuhan, apakah setelah itu?” Tuhan berkata, “setelah itu kematian”. Musa berkata, “(jika begitu) sekaranglah”. Musa memohon Allah membawanya ke sebuah tempat ke dekat Tanah Suci dengan jarak selemparan batu. Rasulullah Saw bersabda, “seandainya aku disana akan kuperlihatkan kubur Musa di dekat bukit pasir merah”. (HR. Bukhari)

Umar bin Khattab meminta kepada ‘Aisyah agar beliau dapat dikubur dekat dengan Rasulullah dan Abu Bakar Ash Shiddiq.

Siapa yang meninggal dunia di Madinah hendaknya dia menerimanya (dengan bahagia) karena tidak ada orang yang meninggal dunia di Madinah kecuali kelak aku akan memberi syafaat kepadanya. (HR. Tirmidzi)

Allahu a’lam bish shawab..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s