Fiqh Menguburkan Jenazah #1

Bismillahirrahmanirrahim..

Melanjutkan kajian fiqh yang sempat vakum saya salin ke blog, hehe..

Membawa Mayit ke Negeri Lain

1. Menurut Hanabilah

Sunnahnya dikubur di tempat meninggalnya. Membawa mayit ke negeri lain tanpa ada “keperluan” hukumnya makruh. Keperluan di sini ada 3, yaitu:

  • Kalau meninggalnya di negeri yang banyak orang kafirnya. Dikhawatirkan nanti dikubur bersama orang-orang kafir.
  • Kalau di tempat meninggalnya tidak ada keluarga yang akan mengurus kuburnya.
  • Kalau di tempat meninggalnya tidak ada yang menziarahi. Maka boleh mencari pekuburan yang banyak peziarahnya karena artinya di sana akan ada banyak doa untuk si mayit.

Orang-orang yang meninggal di Perang Uhud, Rasulullah memerintahkan untuk mengembalikan mereka ke tempat mereka meninggal, padahal saat itu mereka sudah berada di Madinah. (HR. Ahmad, Tirmidzi, Nasa’i)

Berkata Abdullah bin Abi Mulaikah: Abdullah bin Abu Bakar wafat di Hubsyi, lalu beliau dibawa dan dikubur di Mekkah. Saat ‘Aisyah menziarahi kubur, beliau berkata: ‘”Demi Allah, seandainya aku hadir saat penguburanmu, aku tidak akan menguburkanmu, kecuali di tempat kamu wafat. Seandainya aku menyaksikan kamu, maka aku tidak akan menziarahimu.”(HR. Tirmidzi)

Menurut para ulama, diperbolehkan untuk bercita-cita meninggal di suatu tempat.

2. Menurut Hanafiyah dan Malikiyah

Tidak apa-apa mayit dipindahkan ke negeri lain sebelum dikubur. Hanafiyah: tidak mengapa dipindahkan ke tempat lain dengan jarak maksimal 2 mil atau lebih utama dikubur di tempat ia wafat.

3. Menurut Syafi’iyah

Diharamkan untuk memindahkan mayit sebelum dikubur ke negeri lain karena perbuatan ini akan memperpanjang waktu penguburan, padahal seharusnya mayit segera dikubur. Selain itu, dikhawatirkan dapat mengoyak kehormatan mayit. Jika terpaksa dipindahkan, jangan sampai jarak meninggal dan waktu penguburannya memakan waktu berhari-hari dan tidak dengan cara menyakiti mayit.

Tidak ada perbedaan antara para ulama bahwa yang membawa jenazah adalah laki-laki, baik untuk jenazah laki-laki maupun perempuan.

Mengangkat Jenazah

Ketika mengangkat jenazah dan membawanya menuju pemakaman, harus bersegera, tidak boleh berjalan dengan lambat, tapi juga tidak boleh terlalu cepat. Begitupun ketika pemakaman jauh dari tempat jenazah dishalatkan dan untuk mengantar jenazah ke pemakaman menggunakan mobil, juga harus bersegera.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata : Saya mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Bersegaralah kalian ketika membawa jenazah. Apabila dia orang shalih, maka kalian akan segera mendekatkannya kepada kebaikan. Dan apabila bukan orang shalih, maka kalian segera meletakkan kejelekan dari punggung-punggung kalian”. (HR Muslim)

Antara berjalan kaki dan naik kendaraan, yang lebih afdhal adalah berjalan kaki.

Musholla Al Mushlihun, 25 April 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s