Jangan Bersedih, Allah Bersama Kita

Kata-kata yang indah dan optimistis di atas diucapkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam ketika beliau sedang berada di Gua Tsur bersama Abu Bakar. Ketika itu, keduanya dikepung oleh kafir Quraisy. Dengan hati yang mantap, beliau mengutip firman Tuhannya, “Janganlah engkau bersedih hati karena Allah bersama kita.” (QS. At Taubah: 40)

Ketika Allah bersama kita, maka masih perlukah kita merasa bersedih hati , takut, dan gelisah? Maka tenangkanlah dan mantapkan hatimu karena Allah bersama kita.

Kita tidak akan kalah, hancur, tersesat, disia-siakan dan putus asa karena pertolongan Allah dan kebahagiaan hidup akan menyertai kita. Kemenangan adalah tujuan akhir yang akan kita raih karena Allah bersama kita.

Dengan keyakinan ini, maka tidak ada orang yang hatinya lebih teguh daripada kita; prinsip hidupnya lebih mulia daripada kita; perjalanan hidupnya lebih baik daripada kita; dan kedudukannya lebih tinggi daripada kita, karena Allah bersama kita.

Saat Allah bersama kita, maka orang-orang yang akan memerangi kita akan lemah dan hina. Begitu juga yang berencana membunuh kita, maka mereka akan menjadi pengecut. Kita tidak boleh berlindung dan menggantungkan harapan kepada manusia. Tidak sepatutnya berdoa atau takut kepada mereka, karena Allah bersama kita.

Persiapan kita lebih kuat dan matang. Kita memiliki senjata yang lebih tajam dan hati yang kukuh. Kita akan berjalan lebih tegak karena Allah bersama kita. Kita lebih mulia dan terhormat daripada mereka karena pertolongan Allah hadir bersama kita.

Hai Abu Bakar, buang jauh-jauh kesedihan dan keputus-asaanmu karena Allah bersama kita.

Hai Abu Bakar, tegakkan kepalamu, tenangkan dirimu dari kegalauan karena Allah bersama kita.

Hai Abu Bakar, bergembiralah karena mendapatkan keberuntungan. Tunggu saat datangnya pertolongan dan yakinlah kemenangan akan tiba karena Allah bersama kita.

Di masa mendatang risalah kita akan unggul. Ajaran kita akan menang. Dan pesan-pesan kita akan didengar oleh banyak orang karena Allah bersama kita.

Dari buku: Kangen Sama Rasul (Dr. Amr Khalid & Dr. A’id Al Qarni)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s