Lawan ‘Alasan’mu!!

Bismillahirrahmanirrahim…

Pernah gak si, membuat-buat alasan untuk tidak menghadiri sesuatu? Pernah dong ya? Hhe, maksa. Jujur, saya pernah. Tidak berbohong sih, tapi agak mengada-adakan mungkin ya, terutama untuk menolak agenda-agenda yang (menurut saya) kurang penting. Misalnya saja, ketika saya diajak pergi ke suatu tempat yang tidak saya kehendaki, sebut saja tempat karaoke. Saya sangaaat menghindari tempat tersebut. Gelap, lagu-lagu, nyanyi-nyanyi, senang-senang, hedonlah.. Allah, jangan sampai saya memasuki tempat itu.. #bayanginnya aja udah ngeri #my argument lho yaa

Saat diajak ke sana, saya pernah menggunakan lelah sebagai alasan. Tapi memang benar saya lelah, pulang kantor sampai rumah bisa-bisa pukul 19.30, ini masih diajak karaokean, errr enggak deh!

Tapi, lain halnya jika hendak melakukan kebaikan, melingkar misalnya…HELLLOOOW, masa’ iya lelah jadi alasan..LILLAH dong ah..🙂 terlebih tadi seolah mendapat suntikan semangat untuk sebisa mungkin tidak absen dari halaqah, bahkan pada saat-saat yang awalnya saya pikir akan mendapat rukhshah untuk dapat membolos dari halaqah, misalnya saat mual ketika hamil.

Ayolah sayang, kita lawan rasa mual itu, jika kau ingin janin dalam perutmu menjadi mujahid tangguh. Lupakah kau, waktu aku ceritakan tentang kisah seorang ummahat yang sudah menunggu hari melahirkan, tetapi tetap bertekad baja datang ke kajian? Hingga akhirnya benar-benar mulas perut siap untuk melahirkan, saat sedang kajian? Teringat si guru akan ucapan Sang Murabbi, Ust Rahmat Abdullah alm, saat sering mengikuti kajian di IQRO Islamic Center, “Kalau kaki belum benar-benar gempor, tak ada alasan untuk tidak datang ke kajian“.

Alhamdulillah..Allah memberikan suntikan-suntikan penguatnya di saat yang tepat.

Setan memang tidak pernah berhenti menggoda manusia, dia selalu membisikkan kejahatan di dalam dada manusia. Alladzi yuwaswisufi sudurinnas…

Allah…

a’udzubillahiminasysyaithanirrajim..

Dan tadi, ketika saya hendak berangkat ke kajian pekanan, bisikan-bisikan itu muncul,

“Gak usah dateng ah, toh materinya bisa didapat dari baca buku atau buka internet..”

“Gak usah dateng ah, toh si A juga gak dateng. Orang sekaliber beliau aja gak dateng, jadi klo kamu gak dateng pun, it’s OK..”

“Gak usah dateng ah, yang lain juga gak tiap hari dateng, boleh dong hari ini bolos dulu..”

Begitu terus setan membisikkan alasan-alasan yang ‘logis’ agar kita membatalkan berbuat kebaikan. Alhamdulillah, ternyata saya bisa melawan alasan-alasan itu.

Untuk melakukan kebaikan, yuk kita lawan berbagai alasan yang menghadang..pada awalnya sulit mungkin, tapi..Insya Allah kita BISA!!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s