Pesan Ummi untuk Kami

Sejujurnya saya sudah sangat ingin tidur, mengingat besok masuk kantor pukul 8 pagi…tapi hasrat untuk menulis “sesuatu” hari ini berhasil mengalahkannya..

Hmm, hari ini seperti mendapat lampu hijau dari ummi untuk bekerja di luar. Alhamdulillah. Padahal hampir 1 bulan yang lalu, pertemuan saya dengan ummi sebelum hari ini, beliau sempat menyarankan saya untuk tidak magang. Beliau lebih menyarankan agar saya “belajar” di rumah, menikmati kebersamaan dengan keluarga, sebelum semua itu direnggut oleh SK Penempatan. #LEBAY

Oke, begini kata ummi tentang istri/ibu yang bekerja di rumah VS yang bekerja di luar rumah. Setiap orang memang memiliki potensi yang berbeda-beda, ada yang memang berpotensi menjadi ibu rumah tangga, ada juga yang berpotensi untuk bekerja di luar. Tapi bukan berarti yang ibu rumah tangga, lalu tidak ada kegiatan di luar lho ya. Dan juga bukan berarti ibu yang bekerja di luar, lalu membiarkan urusan rumah tangganya berantakan. Apalagi sampai si anak lebih betah bersama orang lain dibanding bersama ibunya sendiri. Ini nih, salah satu alasan saya ingin membaca buku Rumah Cokelat karya Sitta Karina. Novel yang menceritakan tentang perjalanan seorang wanita karier yang menemukan makna menjadi seorang ibu yang sesungguhnya.

Kembalai ke topik. Intinya sih bagaimana kita menggali dan mengatur potensi itu, pikirkan dengan bijak manfaat dan mudharat dari pilihan yang kita ambil. Untuk yang di rumah, keuntungannya bisa lebih berkhidmat kepada suami. Sedang yang memilih lebih banyak beraktivitas di luar rumah, bisa jadi berkembang kemampuannya. Sekali lagi, semua memiliki plus-minus, dan tak lupa (nanti setelah berkeluarga), mana yang lebih diridhai suami. Tapi kalau anak ST*N kemungkinan besar dia akan bekerja di luar, kecuali ada yang mau membayar ganti rugi uang pendidikan.😀

Untuk istri yang bekerja, rasa-rasanya sulit jika tidak ada yang membantu urusan rumah tangga, apalagi jika bekerjanya sudah ada ketetapan waktunya. Pastilah (nantinya) akan memerlukan bantuan entah dari ibu/mertua atau mencari khadimat sendiri. Pesan ummi, karena saya dan kawan-kawan kemungkinan besar akan menjadi istri/ibu yang bekerja, sediakanlah waktu yang BERKUALITAS untuk keluarga. Kalau menurut Ustadz Dedhi Suharto, hari Sabtu-Ahad itu waktunya untuk keluarga dan dakwah. Dan biasakan tidak membawa pekerjaan kantor ke rumah. Sipp. Sepakat lah, Ustadz.🙂

Ayo, atur waktu sebaik mungkin. Jangan lengah. Jangan kalah oleh lelah. Karena dari awal sampai akhir harus tertanam LILLAH.. ^^9

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s