Pelajaran di Hari Rabu (If I’m not Mistaken)

Menuliskan ulang uneg-uneg dengan sedikit lebih rapih.

Setelah sempat menuliskannya di twitter, sadar juga, banyak yang miss ceritanya, jd terkesan loncat-loncat dan tidak runut. Terburu-buru mungkin ya..

START.

Berkutat dengan Ms. Excel adalah “makanan sehari-hari” bagi kami, auditor. Namun, apa jadinya jika di tengah pekerjaan yang sedang menumpuk dan diminta diselesaikan dengan segera, tiba-tiba Ms. Excel kita eror? Bete kan? GROARRRR.. mungkin banyak juga yg ekspresinya seperti ini..apalagi jika kejadian ini terjadi berulang kali. GROAAARRR to the max. Inilah yang terjadi pada kawan saya, tapi bukan “GROAAARR”nya lho ya. Beliau masih kalem aja dengan kejadian ini. Istilah yang lebih kerennya, SABAR. Kalau saya yang mengalami kejadian itu mungkin reaksinya tidak seperti beliau.

Sesuai skenario-Nya, ba’da asar di masjid kantor ada pembacaan Syarah Riyadhus Shalihin, dan kali ini temanya tentang keutamaan orang-orang yang ditimpa ujian. Subhanallah, momentumnya pas banget, pas untuk lebih menguatkan dan mengingatkan. Tapi, parahnya, saat itu pikiran saya sedang tidak berada di sana, melayang, asik berkutat dengan pikiran-pikiran lainnya. Jadilah, hanya sepenggal-sepenggal yang masuk ke memori saya.

Satu yang paling saya ingat adalah hadits yang menyiratkan bahwa datangnya ujian adalah sebagai bentuk kasih sayang Allah dengan hamba-Nya. Pikiran “tak wajar” pun muncul. Saya iri atasnya, yang disayangi oleh Tuhan kami melalui ujian tersebut. (Alhamdulillah) Muncul lagi pikiran yang lain, bahwa kelapangan/kemudahan yang saya alami secara tidak saya sadari juga merupakan ujian dari-Nya. Ya, benar. Pikiran kedua menang. Allah mencintai hamba-hamba-Nya dengan cara yang berbeda-beda, sesuai dengan kemampuannya, tingkat keimanannya.

Seseorang yang ditimpa ujian berupa kesulitan/kesedihan, lalu ia bersabar dan mengingat Tuhannya. Itulah kemenangannya. Seseorang yang ditimpakan ujian berupa kenikmatan/kelapangan/kesenangan, tetapi ia tidak lalai pada Tuhannya, dan selalu mengingat Tuhannya, itu pulalah kemenangannya.

Ingatlah kawan, Allah akan senantiasa menguji kita pada tingkat terlemah kita sampai kita berhasil memperbaiki kelemaham itu. Ibaratnya, saat di sekolah dulu, kalau nilai ujian kita belum memenuhi Standard Kelulusan Belajar Minimal (SKBM), kita diminta ujian ulang kan? Her atau remedial istilahnya.

Semoga, apapun yang ditimpakan kepada kita, baik itu ujian berupa cobaan ataupun kenikmatan, kita tetap ingat pada-Nya.

 

*)Alhamdulillah, dan terima kasih kepada kawan saya yang dari ceritanya saya bisa mengambil pelajaran hari itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s