Kenapa Anak Berbohong?

Beberapa waktu lalu saya mendapatkan cerita tentang anak usia 7 tahun yang membohongi ibunya dengan mengkambing-hitamkan sang guru. Ketika kertas ulangan dibagikan, sang guru menuliskan jawaban yang benar di sebelah jawaban anak yang salah menggunakan pulpen, lalu anak tersebut menghapus jawaban sang guru dengan “tipe-x” dan mengganti jawabannya yang ia tulis menggunakan pensil. Kejadian ini ia laporkan kepada ibunya sebagai kesalahan sang guru. Namun, tentu saja melihat kertas ulangan anak tersebut, sang guru tidak mengakuinya karena kertas ulangan yang saat ia koreksi sebelumnya bersih dari “tipe-x”, dan saat itu sudah banyak “tipe-x”nya. Sang anak tidak mengakui bahwa ia telah berbohong, orang tuanya pun demikian, tetap membela dan mempercayai kata-kata anak, padahal bukti sudah sangat jelas.

Dan kejadian ini bukan hanya terjadi sekali, melainkan sudah terjadi beberapa kali. Untuk menghentikan perilaku sang anak, tentu harus dicari alasan anak berbohong, sehingga didapat tindakan pencegahan maupun penanggulangan. Lalu, mengapa anak dengan usia semuda itu harus berbohong? Ini pendapat 2 orang kawan saya:

(Edisty Friskanesya) >> Karena takut apa yang ia katakan ditentang, apalagi jika setelah itu ia akan dimarahi.

(Venggi Obdi Ovisa) >> Karena ada rasa takut.

Yap, dari kedua pendapat tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa anak mungkin saja berbohong karena diliputi ketakutan jikalau ia berkata jujur.

Berdasarkan apa yang saya baca di beberapa tulisan, inilah kemungkinan penyebabnya…

Pertama, karena ingin mencari perhatian. Setiap anak pasti ingin diperhatikan oleh orang tuanya. Bahkan ada anak yang beranggapan daripada ia tidak diperhatikan orang tuanya lebih baik ia dimarahi atau dinasihati. Karena menurut anak tersebut marahnya orang tua adalah bentuk perhatian kepadanya.

Kedua, karena meniru kebohongan orang dewasa di sekitarnya. Anak sangat mudah meniru perilaku orang di sekitarnya. Sadar atau tidak, kata dan sikap kita pada anak direkam dengan sangat baik oleh otaknya. Dengan kata lain, ucapan dan perilaku orang dewasa di sekitarnya adalah investasi pada tingkah laku anak di kemudian hari.

Ketiga, karena ia ingin membenarkan tindakannya. Sang anak mencari berbagai alasan agar ia dapat meyakinkan orang tuanya bahwa ia benar dan orang lain yang salah.

Keempat, karena anak belum bisa memisahkan antara khayalan dan kenyataan. Hal ini biasanya terjadi pada usia sebelum sekolah. Anak menceritakan kejadian yang ada dalam khayalannya padahal kejadian itu tidaklah nyata. Mereka belum paham bahwa berbohong adalah suatu kesalahan.

Kelima, karena anak ingin terlihat lebih hebat. Ini biasanya terjadi pada anak yang suka dibanding-bandingkan, sehingga rasa percaya dirinya menurun. Apalagi jika lingkungan sosialnya terdiri atas orang-orang yang menurutnya hebat.

Keenam, karena tak ingin mengecewakan orang tuanya. Terkadang orang tua memiliki pengharapan yang tinggi terhadap anak. Karena sang anak tidak ingin mengecewakan orang tuanya, jadilah ia berbohong.

Ketujuh, karena takut akan risiko berkata jujur. Mungkin inilah yang sering dialami oleh anak. Banyak orang tua yang memberlakukan sistem hukuman bagi sang anak jika ia berbuat sesuatu yang tidak dikehendaki oleh orang tuanya.

Itulah ketujuh alasan yang memungkinkan anak melakukan kebohongan. Mungkin masih ada alasan lain yang belum saya gali.🙂

Hm, untuk kasus di atas, ternyata masih belum diketahui penyebabnya apa, karena anak tersebut tidak menjawab ketika ditanya dan orang tuanya masih meyakini bahwa anaknya telah bertindak jujur…

 

Sumber:

  1. http://www.wolipop.com/read/2011/04/26/102543/1625513/857/4-hal-yang-harus-dilakukan-saat-anak-berbohong
  2. http://marcolausantosa.blogspot.com/2011/01/5-alasan-anak-berbohong.html#axzz1ggrMMRYw
  3. http://terapihati.com/2011/03/05/bagaimana-cara-menghindari-kebiasaan-anak-berbohong-sejak-kecil/
  4. http://www.telaga.org/audio/mengapa_anak_berbohong

3 thoughts on “Kenapa Anak Berbohong?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s