Kalau Aku Belum Bisa Membaca, Salah Siapa?

Tentang dunia pendidikan. Saya memang bukanlah seseorang yang paham benar dalam hal ini. Bahkan bisa di bilang masih awam. Tulisan ini kurang lebih hanyalah merupakan curahan hati semata, mengenai betapa membingungkannya kebijakan di dunia pendidikan saat ini, terutama tentang masa-masa pendidikan di bangku TK dan kelas 1 SD.

Langsung saja, beberapa waktu lalu saya diminta mengajar siswa kelas 1 SD di sebuah sekolah yang sudah berstandard nasional. Sepintas tak ada bedanya ia dengan kawan-kawan seusianya. Awal kali saya bertemu dengannya memang dia terlihat pendiam. Nah, ketika saya mengajar, barulah terlihat perbedaannya dengan kawan-kawannya. Dia belum bisa membaca, bahkan saat itu dia masih belum mengenali beberapa huruf, misalnya huruf “t”.

Saat itu, saya hampir saja menangis, sedih mengetahuinya seperti itu. Tapi, baikkah menangis di depannya? Sepertinya tidak. Saya khawatir tindakan saya justru membuat psikologisnya terganggu. Saya putuskan untuk perlahan mengajarinya. Sedikit demi sedikit. Banyak yang berkecamuk di kepala saya. Saya yang memang belum berpengalaman mengajar anak yang sedang dalam masa transisi dari TK ke SD, menganggap bahwa hal ini miris sekali.

Selesai mengajar, saya menanyakan alasan hal ini bisa terjadi kepada guru kelasnya. Saat itu, di pikiran saya, normalnya anak kelas 1 SD sudah bisa membaca, karena dulu pun saat saya kelas 1 SD ada tes membaca dan berhitungnya. Apa jawab sang guru? Menurutnya memang aneh, mengapa anak ini bisa masuk sekolah tersebut, mengingat soal tes masuk yang dibuat oleh dinas untuk sekolah standard nasional seharusnya hanya bisa dijawab oleh anak-anak yang sudah bisa membaca, walaupun memang tidak ada tes membaca di sana.

Di luar itu semua, memang saat TK tidak ada kurikulum Calistung. Kurikulum ini muncul pada pendidikan SD karena dianggap akan memberatkan anak jika diajarkan pada usia TK. Pada usia ini idealnya anak hanya bermain dan melakukan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan. Akan tetapi, sekarang ini tidak sedikit TK yang menyertakan Calistung dalam program pendidikannya dengan alasan adanya permintaan pasar. Tidak sedikit orang tua yang memang menargetkan anaknya sudah bisa lancar membaca selulusnya dari TK.

Lalu apakah kegiatan belajar mengajar di SD sudah mendukung kurikulum yang telah ditentukan dinas pendidikan dasar? Saya rasa BELUM. Mengapa? Ketika anak baru belajar membaca di SD, tentu ia akan tertinggal, mengingat buku-buku teks yang beredar di pasaran justru mensyaratkan si anak bisa membaca sebelum masuk SD. Di buku teks Bahasa Indonesia memang diajarkan membaca seperti buku-buku TK tentang pelajaran membaca. Akan tetapi, apa iya siswa SD kelas 1 hanya belajar Bahasa Indonesia? Tentu saja tidak. Pelajaran-pelajaran lain, seperti Pendidikan Kewarganegaraan, menuntut anak sudah bisa membaca untuk bisa memahami pelajaran ini.

Saya rasa perlu adanya pengompakan kurikulum dan pendukungnya di sini. Jika pemerintah mempertimbangkan memang lebih baik pendidikan Calistung itu diadakan saat kelas 1 SD, maka sebaiknya buku-buku yang beredar kembali diperiksa kelayakannya untuk mendukung kurikulum ini. Pun jika pemerintah mensyaratkan untuk masuk ke SD harus bisa Calistung pun tidak masalah. Dengan adanya pengompakan ini, diharapkan tidak ada lagi anak yang harus merasa terdiskriminasi. Ya, diskriminasi. Murid saya tidak bisa membaca, padahal kawan-kawannya sudah bisa membaca, bukankah ini akan memberi efek buruk pada kondisi psikologis si anak?!

Saya memang masih sangat awam mengenai dunia pendidikan di Indonesia ini. Mohon maaf jika dalam tulisan ini tersirat pemikiran-pemikiran yang salah dan mohon diluruskan, bagi yang lebih paham. Sekian. Terima kasih sudah berkenan membaca tulisan yang agaknya berantakan ini.πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s