Tingkatan Usia Manusia

Kajian tanggal 17 Juli 2013 @Mushola Al Muslihin

oleh Ustadz Abdurrahman Assegaf

  • Fase Mahdi (bayi): usia 0 s.d. 2 tahun

Ketika berbicara tentang Nabi Isa ‘alaihissalam yang lahir di bawah pohon kurma (QS. Maryam: 23), Allah subhanahu wata’ala berfirman: “Dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian (الْمَهْدِ) dan ketika sudah dewasa dia adalah termasuk orang-orang yang shalih” (QS. Al Imran: 46)

Pada masa inilah seorang anak hendaknya disusui ibunya.

Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan…” (QS. Al Baqarah: 233)

  • Fase Shabiy (anak-anak)
  1. Fase anak-anak pertama: 2 s.d. 6 tahun
  2. Fase anak-anak kedua: 6 s.d. 12 tahun

Dari Abu Qatadah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Sungguh aku mendirikan sholat dan hendak memanjangkannya, aku mendengar tangisan anak kecil (الصَّبِيّ)  maka aku mempercepat sholatku karena aku tidak ingin menyulitkan ibunya.” (HR. Bukhari)

Pada fase ini, orang tua harus mulai memerintahkan anak untuk sholat dan mulai memisahkan tempat tidur anak-anak mereka, meskipun sama-sama laki-laki atau sama-sama perempuan.

pendidikan-anak-usia-dini(sumber)

Dari Amr bin Syuaib dari ayah dari kakeknya, Rasul shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Perintahkanlah kepada anak-anak kalian untuk mendirikan sholat dan mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka dengannya (bila tidak mendirikan sholat) sedang mereka berusia sepuluh tahun, dan pisahkanlah antara mereka di tempat tidur.” (HR. Abu Daud, shahih)

  • Fase Baligh (dewasa pertama): usia 12 s.d. 15 tahun.

Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Diangkat pena dari tiga; Orang tidur hingga terbangun, anak kecil hingga baligh dan orang gila hingga tersadar.” (HR. Abu Daud, shahih)

  • Fase Dewasa Kedua: usia 15 s.d. 18 tahun
  • Fase Dewasa Terakhir: usia 18 s.d. 21 tahun
  • Fase setelah dewasa & fase kemantapan: usia 21 s.d. 40 tahun

Allah ta’ala berfirman, “Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda (فِتْيَة) yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk.” (QS. Al Kahfi: 13)

Pada fase ini pula muncul anjuran untuk menikah.

Dari Abdullah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Wahai para pemuda (مَعْشَرَ الشَّبَابِ), siapa yang telah ‘mampu’ maka hendaknya dia menikah, sungguh (pernikahan itu) lebih dapat menjaga pandangan dan menjaga kemaluan, dan siapa yang belum maka hendaknya dia berpuasa sungguh dia itu dapat menjadi pembendung.” (HR. Bukhari)

  • Fase Puncak: usia 40 s.d. 60 tahun

Pada fase inilah Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam diangkat menjadi seorang nabi dan rasul.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhu: “Diturunkan atas Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam dan beliau berusia 40 tahun, tinggal di Mekkah 13 tahun dan diperintahkan untuk Hijrah ke Madinah serta tinggal di dalamnya 10 tahun kemudian beliau shallallahu’alaihi wasallam wafat.” (HR. Bukhari)

  • Fase Syaikhukhah: usia 60 tahun s.d. wafat

Inilah rata-rata panjang usia umat Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Umur (dalam riwayat lain: Umur-umur) ummatku antara enam puluh hingga tujuh puluh tahun.” (HR. Tirmidzi, hasan)

Ketika kita diberikan umur bisa sampai di fase ini, seharusnya kita lebih banyak bersyukur.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Allah subhanahu wata’ala mencabut udzur dari seseorang yang diakhirkan umurnya hingga mencapai enam puluh tahun.” (HR. Bukhari)

Maksudnya, jika sudah sampai fase ini, sudah tidak ada alasan untuk tidak memaksimalkan ibadah. Tapi bukan berarti semasa muda kita boleh mengesampingkan ibadah.

Menurut Imam Qurthubi rahimahullah, usia ini seharusnya digunakan untuk kembali kepada Allah ta’ala, khusyu’, dan berserah diri secara penuh kepada Allah karena merupakan usia yang mendekati untuk bertemu dengan-Nya.

Bahkan menurut Sufyan rahimahullah, siapa yang sudah mencapai seperti usianya Rasul shallallahu’alaihi wasallam,  maka hendaknya dia mengambil kain kafan untuk dirinya sendiri.

Allahua’lam bish shawwab. Slide kajian bisa didownload di sini.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s