Amalan-Amalan Setelah Melahirkan #1

Kajian tanggal 15 Mei 2013 @Mushola Al Mushlihin

oleh Ustadz Abdurrahman Assegaf

Pertama, mengadzankan dan mengiqamatkan

Dalil:

Dari Musyadda, dari Yahya, dari Sufyan, dari ‘Ashim bin ‘Ubaid, dari ‘Ubaid bin Abi Rafi’ dari ayahnya, yaitu Abu Rafi’ radhiallahu’anhu: “Aku melihat Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam mengadzankan di telinga Hasan bin Ali radhiallahu’anhu ketika dilahirkan oleh Fathimah radhiallahu’anha dengan sholat.” (HR. Abu Daud)

Hadits serupa juga diriwayatkan oleh At Tirmidzi dengan jalur periwayatan yang sedikit berbeda, yaitu dari Muhammad bin Basshar dari Yahya bin Said dan Abdurrahman bin Mahdi, keduanya mendengar dari Sufyan dari ‘Ashim bin ‘Ubaid dari ‘Ubaid bin Abi Rafi’ dari ayahnya, yaitu Abu Rafi’ radhiallahu’anhu. (sanadnya hasan)

Juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam kitabnya Al Musnad melalui dua jalur periwayatan, yaitu:

  • Waqi’ dari Sufyan dari ‘Ashim bin ‘Ubaid dari ‘Ubaid bin Abi Rafi’ dari ayahnya, yaitu Abu Rafi’ radhiallahu’anhu
  • Yahya bin Said dari Sufyan dari ‘Ashim bin ‘Ubaid dari ‘Ubaid bin Abi Rafi’ dari ayahnya, yaitu Abu Rafi’ radhiallahu’anhu

“Sesungguhnya Nabi Muhammad shalallahu’alaihi wasallam mengadzankan di telinga Hasan bin Ali radhiallahu’anhu ketika dilahirkan oleh Fathimah radhiallahu’anha.” (HR. Ahmad)

skema perawi hadits

Di kalangan ‘ulama, ada perbedaan pendapat tentang hadits-hadits yang diperoleh dari A’shim bin Ubaidillah bin A’shim bin ‘Umar bin Khattab, yang merupakan cicit dari ‘Umar bin Khattab.

  • Imam Ahmad, Imam Abu Daud, Imam Tirmidzi, Imam Nasa’i, dan Imam Ibnu majah pernah menggunakan hadits dari A’shim;
  • Menurut Ibnu Hajar, hadits-hadits yang diriwayatkan oleh A’shim ini adalah hadits dhaif;
  • Dilemahkan pula oleh Ibnu Ma’in;
  • Imam Bukhari dan Abu Hatim berkata bahwa haditsnya tertolak.

Pendapat ‘ulama lain tentang mengadzankan dan mengiqamatkan:

  1. Umar bin Abdul Aziz rahimahullah: Menganjurkan untuk mengadzankan dan meng-iqamatkan;
  2. Hanafiyah, Syafi’iyah, Hanabilah, dan Hasan Al Bashri rahimahumullah: Disunnahkan untuk mengadzankan di telinga kanan dan mengiqamatkan di telinga kiri;
  3. Ibnu Qayyim rahimahullah: menganjurkan untuk mengadzankan dan mengiqamatkan karena hikmahnya:
  • Yang pertama didengar oleh si bayi saat di dunia adalah  kalimat mulia;
  • Menyebabkan larinya setan saat mendengar adzan;
  • Mendahulukan panggilan untuk menuju Allah dan ibadah dari pada panggilan setan.

Malikiyah dan sebagian ‘ulama lain: tidak menganjurkan karena haditsnya lemah.

Allahua’lam bish shawwab.

*Versi powerpoint >> saat kelahiran <<

 

3 Comments

  1. Pingback: Amalan-Amalan Setelah Melahirkan | Bintal Islam DJA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s